Ditangkap Edarkan Sabu, PMII Pecat Z sebagai Ketua dan Anggota

Ketua PKC PMII Bali Nusra, Herman Jayadi bersama pengurus saat jumpa pers. (Ist/Radar Lombok)

SELONG – Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lombok Timur (Lotim) berinisial Z yang terlibat kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu dipecat.

Pemecatan itu, sesuai dengan peraturan organisasi (PO) dan anggaran dasar dan Anggaran Rumah tangga (AD/ART) PMII. “Kita telah melakukan musyawarah dan mufakat bersama pengurus majelis pembina serta semua pengurus cabang, pengurus komisariat serta kader perisai bintang sembilan dan memutuskan memecat oknum kader Z yang terlibat dengan narkoba,” Kata Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Lotim, Abdurrahman.

Dalam rapat pleno ini juga diputuskan, Z sudah tidak tercatat sebagai Ketua PMII Lotim sesuai hasil konferensi cabang PMII Lotim tertanggal 7 Juli 2024. Serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada Aparat Penegak Hukum (APH). “Pada intinya kasus penyalahgunaan narkotika ini tidak ada kaitan dengan organisasi prisai bintang sembilan, ini murni musibah pribadi oknum Z,” tegasnya seraya meminta semua kader menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga.

Sementara Ketua PKC PMII Bali Nusra, Herman Jayadi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh elemen masyarakat, alumni dan kader PMII atas musibah yang menimpa organisasi ini. “Kami dari PKC PMII Bali Nusra telah resmi membehentikan saudara Z sabagai ketua cabang sekaligus keanggotaannya di PMII karena telah melanggar AD/ART dan peraturan organisasi serta mencemarkan nama baik organisasi. Ini adalah musibah bagi organisasi kami,” ucapnya

Selain itu, pihaknya berkomitmen untuk memerangi barang haram ini, sehingga organisasi tegas untuk berhentikan siapapun kader yang terlibat dengan narkoba. Pihaknya juga mendukung aparat penegak hukum dalam pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di NTB tanpa pandang bulu. “Kami mengimbau kepada seluruh kader PMII untuk bersama perangi narkoba dan jauhi sejauh-jauhnya narkoba yang dapat merusak diri dan orang lain,” serunya.

Baca Juga :  Pemkab Lotim Alokasikan Hibah Rp 3 Miliar untuk Lembaga Pemuda dan Olahraga

“Kami akan lebih selektif dalam rekrutmen pemimpin di PMII agar dapat melampirkan surat keterangan bebas narkoba. Kemudian kami juga minta kepada media agar tidak mengaitkannya (kasus Z) lagi dengan PMII karena secara organisasi kami sudah berhentikan,” tambahnya.

Untuk diketahui bahwa, Satnarkoba Polres Lotim meringkus Z warga Kelurahan Kembang Sari, Kecamatan Selong terkait kasus penyalahgunaan narkotiks jenis sabu. Terduga pelaku diringkus petugas di depan Makam Pahlawan Selong, Lotim, Rabu (10/7/2024) sekitar pukul 14.00 WITA.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 176 gram yang diamakan di dua lokasi. Termasuk barang bukti lainnya seperti klip bening, alat isap, uang dan lainnya. Bersama barang bukti pelaku dibawa ke kantor polisi untuk diproses hukum lebih lanjut.

Kapolres Lotim melalui Kasarnarkoba Iptu Muhammad Naufal mengatakan ketika ditangkap terduga pelaku sempat melakukan perlawanan, namun petugas bergerak cepat melakukan penggeledahan di lokasi kejadian. Terduga pelaku akhirnya tak bisa mengelak ketika tertangkap tangan sedang membawa sabu.
“Kita membenarkan terkait adanya giat penangkapan yang dilakukan oleh Satnarkoba Polres Lotim. Lokasi penangkapan di wilayah Kota Selong tepatnya di depan Makan Pahlawan,” kata Kasarnarkoba Iptu Muhammad Naufal.

Baca Juga :  Lotim Terbaik dalam Promosi Kesehatan

Terduga pelaku yang diringkus ini terang dia merupakan oknum aktivis di salah satu organisasi pergerakan. Keterangan pelaku masih terus didalami untuk mengetahui dari mana sumber barang itu didapatkan. “Barang bukti diduga sabu kita amankan di dua lokasi dengan berat brutonya sekitar 179 gram. Pertama barang bukti kita amankan saat penangkapan, setelah dilakukan pengembangan kita kembali mengamankan barang bukti di kantor sekretariat organisasi tempat terduga pelaku bernaung,” bebernya.

Ia menambahkan barang bukti yang diamankan di kantor sekretariat jumlahnya tidak jauh beda dengan barang bukti di lokasi penangkapan pertama. Barang bukti itu disimpan di kantong plastik. “Sekarang kita masih sedang melakukan pendalaman untuk mengetahui lebih jaringan yang terlibat di dalamnya. Yang jelas terduga pelaku ini salah satu target kita,” tegas Naufal.

Untuk sementara ini terduga pelaku masih berstatus saksi dan belum ditetapkan tersangka. Pihak kepolisian masih fokus mengumpulkan barang bukti dan menggali keterangan para saksi termasuk juga melakukan tes urine. Dari sana pihaknya baru bisa menentukan sikap terkait dengan proses penangan lebih lanjut. “Kita sedang tunggu hasil tes urine. Baru kemudian kita akan gelar perkara,” tandasnya (adi).

Komentar Anda