Dit Reskrimsus Polda NTB Tahan Fihir

MASUK: Tersangka Fihiri saat memasuki Rutan Polda NTB untuk menjalani proses penahanan selama 20 hari. (ROSYID/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Penyidik Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda NTB menahan Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Logis Fihiruddin selaku tersangka kasus UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Fihir ditahan penyidik setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Jumat (6/1/2022) kemarin. Berdasarkan pantauan koran ini, tersangka datang ke Mapolda NTB untuk memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 14.00 WITA.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, termasuk pemeriksaan Kesehatan, maka sekitar pukul 18.45 WITA, Fihir keluar dari ruang penyidik menuju Rumah Tahanan (Rutan) Mapolda NTB untuk menjalani proses penahanan.

Penahanan Fihir tertuang dalam Surat Perintah Penahanan Nomor : SP.Han/01/1/2023/Dit Reskrimsus. Penahanan dengan pertimbangan tersangka dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana.

“Menetapkan tersangka di Rutan Polda NTB selama 20 hari ke depan, terhitung mulai dari tanggal 6 sampai 25 Januari mendatang,” isi surat perintah penahanan yang dikutip.

Baca Juga :  Ketua DPRD NTB Resmi Laporkan Fihiruddin ke Polda

Fihir yang dimintai keterangan mengharapkan agar kasus yang menyeretnya agar tidak menjadi momok yang menakutkan bagi aktivis lainnya, khususnya yang ada di NTB. “Karena penjara itu tempat tidur,” katanya saat menuju Rutan Mapolda NTB.

Atas penahanan dirinya, Fihir menyatakan bahwa tidak bersedih. Karena baginya, apa yang dilakukan merupakan sebuah perjuangan. Akan tetapi, dirinya merasa bersedih apabila tidak ada lagi aktivis yang berani lagi untuk bersuara.  “Jadi, jangan sia-siakan saya yang masuk (penjara, red). Biarkan saya jadi martil perjuangan demokrasi di NTB ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto yang dikonfirmasi membenarkan Fihir sudah ditahan di Mapolda NTB.

Baca Juga :  Ketua DPRD NTB Resmi Laporkan Fihiruddin ke Polda

Diketahui, perkara UU ITE yang menjerat Fihir atas laporan dari Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda. Pelaporan dilakukan setelah terlapor tidak mengindahkan somasi yang dilayangkan DPRD NTB dalam 2×24 jam terkait pertanyaan melalui grup WhatsApp yang viral.

Pertanyaan itu terkait dugaan tiga Anggota DPRD NTB yang terciduk menggunakan narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) saat melakukan kunjungan kerja di Jakarta. Namun tiga anggota itu bebas setelah ditebus uang Rp 150 juta per orang.

Pertanyaan WhatsApp terlapor ini lantas menyebar dan menjadi polemik di masyarakat. Lantas Ketua DPRD NTB melayangkan laporan ke polisi pada 17 Oktober 2022. Laporan itu diklaim atas dasar kesepakatan bersama anggota dan pimpinan DPRD NTB. (cr-sid)

Komentar Anda