Distan TPH Kembangkan Bunga Krisan di Sembalun

LOTIM—Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Hortikultura (TPH) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mengembangkan tanaman bunga potong jenis Krisan di areal seluas 40 are di Sembalun, Lombok Timur. Tanaman bunga hias Krisan yang dibudidayakan dalam konsep green house itu diresmikan langsung Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin, Ahad kemarin (24/7).

Pengembangan budidaya tanaman hias jenis bunga Krisan ini untuk menjawab perkembangan pariwisata yang cukup pesat di Provinsi NTB. Tingginya kunjungan wisatawan ke NTB, yang diikuti banyaknya bediri hotel berbintang membutuhkan bunga hias jenis krisan ini, sehingga menjadi pangsa pasar bagi bunga hias potong tersebut.

Dinas Pertanian dan TPH Provinsi NTB menggandeng para peneliti dari dosen Universitas Mataram (Unram) dan juga kelompok tani di Sembalun untuk mengembangkan tanaman bunga hias Krisan yang diintegrasikan dengan showroom tanaman hortikultura.

Wakil Gubernur Provinsi NTB, H. Muhammad Amin meminta program pengembangan tanaman hortikultura di Sembalun bisa melibatkan masyarakat secara langsung. Sehingga masyarakat merasakan langsung dampak dari nilai tambah tanaman hortikultura, termasuk juga tanaman hias Krisan tersebut.

“Budidaya tanaman bunga hias ini bisa menjadi salah satu pendukung sektor pariwisata NTB. Saya tekankan program ini bisa melibatkan petani, sehingga bisa dinikmati, selain agar ada efek secara langsung terhadap nilai ekonomi masyarakat sekitar,” kata Wagub didampingi Kepala Dinas Pertanian dan TPH Provinsi NTB, Husnul Fauzi, Kepala Bappeda NTB, Ridwan Syah, Kepala BPKAD NTB, H Supran, dan Prof H. Muhammad Sarjan tim peniliti dari Unram.

Menurut Wagub, Sembalun selain sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan Provinsi NTB, juga menjadi kawasan andalan untuk tanaman hortikultura di NTB. Berbagai tanaman hortikultura, seperti kentang, dan sayuran lainnya, termasuk bawang putih menjadi produk unggulan NTB. Selain itu juga buah-buahan seperti strawberry dan berbagai tanaman bunga hias, dan lainnya menjadi komoditi unggulan bernilai ekspor dari Sembalun.

BACA JUGA :  Geliat Usaha Kerajinan Bunga Flannel di Lotim

Dengan sumber daya alam yang begitu luar biasa, dimana secara letak geografis Sembalun berada di di ketinggian 1.100-1.20 MDPL dengan jumlah penduduk sekitar 19 ribu orang, dimana sebagian besar penduduknya adalah petani tanaman sayuran, menjadi nilai tambah bagi kawasan tersebut.

Apalagi didukung juga dengan kelebihan tanah yang cocok ditanami berbagai jenis tanaman untuk dataran tinggi dan rendah, serta menghasilkan produksi berkualitas, menjadi kelebihan tanah Sembalun. “Masyarakat Sembalun tidak hanya sebagai penonton saja, tapi bisa langsung merasakan dampak perekonomian yang menggeliat di daerah mereka,” ujar Wagub Amin.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan TPH Provinsi NTB, Husnul Fauzi, budidaya tanaman bunga hias krisan ini sebagai salah satu bentuk kesiapan menjawab semakin tingginya kunjungan wisatawan di NTB. Permintaan bunga hias potong krisan cukup tinggi, seiring banyaknya operasional hotel bintang di NTB.

Karena ketersediaan bunga hias krisan tidak ada di NTB, menyebabkan pelaku hotel sampai mendatangkan kebutuhan bunga hias Krisan dari luar daerah seperti Jawa dan Bali. “Peluang pasarnya sangat terbuka. Bahkan hotel berbintang dipasok dari luar NTB untuk kebutuhan bunga krisan ini. Karena di NTB belum ada budidaya tanaman bunga hias krisan ini,” ujar Husnul. (luk)