Distan NTB Siap Antisipasi Ancaman El Nino

Ilustrasi.

MATARAM—Peringatan dini yang dikeluarkan BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Lombok Barat, akan adanya ancaman El Nino mendapat respon positif dari Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distan) Provinsi NTB, Husnul Fauzi.

Menurut Husnul, pihaknya sudah mulai menyiapkan berbagai antisipasi kemungkinan terjadinya cuaca ekstrim dan juga perubahan iklim seperti ancaman El Nino. Salah satunya adalah dengan menyiapkan langkah antisipatif melalui komunikasi dan menyampaikan informasi melalui penyuluh kepada petani. “Sudah tentu kami menyiapkan langkah antisipasi terhadap akan terjadinya perubahan iklim ini,” kata Husnul, belum lama ini.

Dikatakannya,  peran penyuluh dalam memberikan edukasi kepada petani sangat penting dalam mengantisipasi perubahan cuaca. Hal tersebut akan terus dikawal oleh penyuluh dalam mendampingi dan memberikan edukasi kepada petani langkah dan tindakan apa yang harus diambil.

Selain itu, sambung Husnul, untuk ancaman kekeringan yang bakal terjadi di medium masa tanam kedua dan ketiga pada tahun 2017 ini, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB bersama Dinas Pertanian kabupaten/kota juga sudah menyiapkan berbagai kesiapan. Seperti penyediaan sarpras dalam hal ini benih, obat-obatan dan juga pupuk. “Kami sudah menyiapkan berbagai langkah jika nantinya ancaman perubahan iklim ekstrim terjadi,” ujar Husnul.

[postingan number=3 tag=”cuaca”]

Kendati demikian Husnul, tetap optimis, ancaman kekeringan dan perubahan iklim yang ekstrim tidak akan berdampak besar terhadap tanaman padi dan tanaman hortikultura petani. Pasalnya, iklim di tahun 2017 ini relatif lebih baik dan aman jika dibandingkan dengan kondisi cuaca di tahun 2016 lalu. Kalaupun terjadi cuaca ekstrim yang tidak pernah diharapkan itu datang, tidak akan serta merta mengancam target produksi.

“Yah kita seperti beberapa waktu lalu kerusakan akibat banjir yang menimpa sejumlah daerah di NTB ada sekitar  7,7 ribu hektar yang mengalami puso atau sekitar 0.20 persen tidak signifikan penurunan produksi,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Lombok Barat, Wakodim mengingatkan pemerintah daerah untuk mengantisipasi ancaman perubahan iklim yang bisa berdampak terhadap produksi pertanian. Seperti akan adanya ancaman El nino di  wilayah NTB.

El nino  adalah perubahan iklim akibat  fenomena panasnya permukaan air laut di Samudera Pasifik.  El nino menyebabkan menurunnya curah hujan dan berdampak terjadinya musim kemarau yang sangat kering. Hal ini patut diwaspadai oleh semua pihak agar tidak terjadi gagal panen yang akan merugikan petani itu sendiri.

Wakodim mengatakan, sepanjang tahun 2016 lalu Provinsi NTB tidak terkena elnino. Namun berbeda halnya pada tahun. 2017 ini. Diprediksi El nino terjadi pada pada bulan Juni.

Setelah kemarau maka pada bulan Juni akan terjadi El nino. Petani harus mewaspadai masalah ini agar tidak gagal penen. Mengingat, El nino akan memengaruhi tanaman petani. “Patuhi petunjuk tanam, agar tidak gagal panen akibat El nino,” ujar Wakodim. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid