Dispora NTB Kian Intens Bangun Komunikasi dengan Cabor

Dispora NTB
POPNAS: Inilah Cabor Sepak Bola NTB yang dipastikan tampil di Popnas Papua 2020 mendatang. (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB makin intens membangun komunikasi dengan sejumlah cabang olahraga (cabor) yang akan tampil di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Papua 2020 mendatang. Ini dilakukan guna mematangkan persiapan serta memastikan berapa atlet yang tidak bisa tampil akibat kelebihan umur.

Kepala Dispora NTB, Hj Husnanidiaty Nurdin mengatakan, awal 2019 ini merupakan momen yang harus dimanfaatkan dengan maksimal oleh semua cabor. Itu sebabnya, beberapa pekan belakangan ini pihaknya kian intens membangun komunikasi dengan 7 cabor yang dipastikan tampil di Popnas mendatang.

Tidak hanya sekedar komunikasi, pihaknya juga tidak lupa memastikan agar setiap cabor benar-benar memperhatikan dan mulai mendata sejumlah atlet yang dinyatakan umurnya sudah lewat atau masuk kelas XII SLTA.

BACA JUGA: Layanan Pelatda 2019 Bakal Lebih Ditingkatkan

“Ya awal 2019 ini kita sudah mulai kian fokus membangun komunikasi. Mengenai bagaimana persiapan kita di Popnas, termasuk memastikan berapa atlet yang sudah melebihi umur yang ditentukan,” bebernya, Rabu (9/1).

Selain membangun komunikasi, pihaknya juga mendata sejumlah atlet yang usianya melebihi batas ketentuan. Ia tidak lupa memperhatikan kualitas atlet yang akan diturunkannya pada Popnas mendatang.

Menurutnya, di ajang itu tidak boleh membawa atlet sembarangan. Meskipun misalnya, salah satu cabor kekurangan jumlah atlet, pada perhelatan Popnas nanti, atlet yang dibawa harus memiliki kualitas tinggi agar tidak memalukan NTB. Apalagi lokasi Popnas akan berlangsung di Papua.

Adapun proses pendataan untuk atlet yang melewati batas usia akan difokuskan pada Januari ini. Mereka sekaligus akan diberikan training centre  untuk pemantapan kualitas.

Sementara itu, pada Februari mendatang pihaknya akan membahas penambahan atlet. Namun bukan sembarang atlet yang akan diterima, dipastikan akan ada proses penyaringan.

“Dalam dua bulan kedepan, semua persiapan kita upayakan sudah tuntas. Supaya tinggal melakukan pemantapan latihan atlet,” tambahnya.

Terpisah, pelatih sepak bola NTB, Hamzah Wardi mengatakan, di Popwil IV lalu, pemain yang diturunkan berlaga banyak yang berasal dari bukan kelas 2 SMA saja. Namun ada juga yang sebagian besar dari kelas 3 SMA. Setidaknya, yang kelas 3 itu berjumlah 10 orang. Praktis, jumlah inilah yang harus diganti menuju Popnas mendatang.

“Yang jelas lebih banyak kita ganti karena ada 10 pemain kita yang sudah kelas 3 SMA,” bebernya.

Kondisi ini disebutnya sudah menjadi konsekuensi pihaknya lantaran umur pemain sudah menjadi syarat ketentuan menuju Popnas. Praktis, mau tidak mau pihaknya harus mengganti 10 pemain yang sudah dipastikan tidak bisa memenuhi syarat tampil di Popnas.

Belum lama ini, pihaknya sudah menemukan 10 pemain pengganti yang akan diturunkan di Popnas. Hanya saja, pihaknya tetap berharap agar jeda Popnas diperpanjang agar waktu seleksi untuk mengganti 10 pemain lebih berkualitas.

BACA JUGA: Zohri Minta Doa dan Dukungan Warga NTB

“Semoga kita diberikan waktu yang lebih panjang untuk mempersiapkan para pemain menuju Popnas,” lanjutnya.

Sementara ini tambahnya, selain proses seleksi yang sudah mulai digelar, Hamzan juga bakal melatih para pemain memperbaiki daya tahan serta kualitas fisik mereka. Dengan begitu, tidak hanya persoalan teknik dan strategi yang diandalkan, tapi bisa lebih leluasa bertahan dalam membanting lawan.

“Kita juga bidik daya tahan serta fisik pemain agar kita tetap kuat di lapangan,” tutupnya. (rie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid