Disperindag Lakukan Penyusunan Data IKM

H. Budi Septiani (MUHAMMAD HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB gencar melakukan penyusun data base untuk industri kecil menengah (IKM) sesuai komoditi dan klasifikasinya, guna mempermudah dilakukannya pembinaan dan pendampingan.

Menurut Kepala Disperindag NTB, Hj. Budi Septiani, selama kurang lebih 3 tahun hingga 2016 ini, pihaknya rutin menggelar pelatihan dan pembinaan. Namun untuk tahun 2017, Disperindag akan melakukan pelatihan dan pembinaan IKM, sesuai dengan kebutuhan dan klasifikasi dari IKM itu sendiri.

“IKM di NTB jumlahnya sekitar 87 ribu, yang tersebar di sepuluh kabupaten dan kota. Itu yang akan dibina dan didampingi,” kata Budi, ketika ditemui Radar Lombok diruang kerjanya, Selasa (11/10).

Pengumplan data base IKM tersebut dilakukan, sebagai tahapan klasifikasi untuk bisa menetapkan kelas IKM sesuai komoditinya, untuk kemudian dilakukan standarisasi. Sehingga setelah IKM itu terstandarisasi, dan siap mengembangkan usaha produknya, maka baru mereka dikirim ke Dinas Koperasi dan UMKM untuk dapat mengakses permodalan. “Kita juga dekatkan dan informasikan kepada pihak-pihak yang melaksanakan fungsi permodalan keuangan seperti perbankan,” tambahnya.

Hasil penjualan produk IKM NTB sendiri diakui tidak bisa dikatakan lancar atau tidaknya. Namun hingga kini sudah berjalan baik menurut skala IKM-nya. “Alhamdulilah, sekarang sudah banyak IKM, dan memang produk kita sebenarnya sudah bagus. Sekarang tinggal bagaimana kita meningkatkan kualitas dari produk tersebut,” paparnya.

Terkait pemasaran, Disperindag NTB juga tidak tinggal diam, dan terus mencoba memfasilitasi dengan cara mengikutsertakan dalam pameran-pameran, baik di dalam daerah maupun luar daerah, bahkan luar negeri sekalipun. “Itu kita lakukan untuk memperkenalkan hasil IKM kita di NTB,” jelas Budi.

Selain itu, Disperindag sendiri saat ini juga telah membuka outlet atau tempat memamerkan hasil usaha para pelaku IKM NTB di Jalan Langko, Mataram. Melalui Outlet Produk IKM ini, nantinya semua IKM boleh memasukkan produknya.

“Setelah hasil produk IKM itu dipamerkan di Outlet Produk IKM, sekaligus menjadi evaluasi bagi Disperindag, untuk kedepan dapat menetapkan apa saja yang perlu dilakukan untuk memberikan pendampingan,” tutupnya. (cr-met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid