Disperindag Jamin Stok Pangan Aman

Ilustrasi Stok Pangan

MATARAM–Menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pergantian malam tahun baru 2017, sejumlah kebutuhan pokok di Provinsi NTB mulai merangkak naik. Sejumlah pangan pokok strategis seperti cabai, telur ayam, dan daging ayam harganya sudah mulai melonjak.

Terkait hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Prijono mengingatkan pemerintah daerah untuk memastikan arus distribusi sejumlah kebutuhan pokok tersebut lancar. Selain distribusi, jaminan stok dari distributor juga hendaknya bisa dikordinasikan oleh pemerintah daerah. “Distrbusi pasokan dan ketersediaan stok perlu dikawal,” kata Prijono, Selasa (6/12).

Dikatakannya, jika melihat kebutuhan pokok yang rentan menyumbang lajuk inflasi cukup tinggi di NTB seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, beras, daging ayam dan telur ayam juga perlu diwaspadai pada bulan Desember ini. Terlebih lagi selama Desember perayaan keagamaan dan liburan natal serta tahun baru akan mendongkrak permintaan yang cukup tingigi.

BACA JUGA :  Distributor Pastikan Stok Kebutuhan Pokok Aman

Karena itu, perlu diikuti dengan alur distrbusi yang lancar serta ketersediaan stok dan suplai dari produsen baik itu dari petani dan pedagang bisa aman dan terkendali.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB, Hj. Budi Septiani menklaim stok kebutuhan pokok dalam kondisi aman. Bahkan stok kebutuhan pokok dan pangan dalam keadaan aman hingga enam bulan kedepan. “Stok pangan insya Allah aman sampai enam bulan kedepan,” ujarnya.

Hanya saja, sambung Budi yang menjadi persoalan dan perlu diwaspadai adalah kondisi iklim dan cuaca esktrim yang tidak menentu bisa saja membuat distribusi dari pangan tersebut menjadi tidak lancar dan tersendat. “Masalah stok aman. Hanya saja yang perlu diantisipasi itu adalah kondisi iklim yang terkadang tidak bersahabat,” ujarnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaPileg 2019, PKS NTB Target 15 Persen Raihan Suara
Berita berikutnyaPemprov Belum Setujui Hibah Lahan Kantor Bupati Loteng