Disperin NTB Bersama KSB Jalin Sinergitas dan Ekosistem Industrialisasi

ROADSHOW SINERGITAS INDUSTRIALISASI BERSAMA KABUPATEN/KOTA DI NTB

Roadshow Disperi NTB
TALKSHOW : Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah, bersama Bupati KSB HW Musyafirin dan Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Nuryanti saat talkshow roadshow sinergitas industrialisasi di Taliwang KSB, Kamis (4/8) lalu.

TALIWANG – Dinas Perindustrian bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan pihak terkait lainnya mengadakan kegiatan Roadshow dan Talk Show bertema “Industri dan Ekosistem Industri” dalam rangka Sinergitas Pengembangan Industri dalam Mendukung Kawasan Industri Maluk, bertempat di Sentra IKM Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Kamis (4/8). Kegiatan ini dihadiri juga oleh Ketua Umum TP PKK NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat beserta OPD terkait.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Nuryanti mengatakan kegiatan ini bertujuan terjalinnya sinergitas dengan program pusat, provinsi kabupaten/kota dengan stakeholder terkait, terbangunnya ekosistem industri. Masing masing kabupaten/kota, mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat pelaku industri, meningkatkan daya saing produk industri, terlaksananya sosialisasi dan pendaftaran e-katalog dari UMKM masing-masing Kabupaten/kota, serta membangun ekosistem industri di Provinsi NTB.

“Roadshow ini diharapkan mampu menjadi sebuah ekosistem yang perlu diketahui oleh masyarakat dan disebarluaskan kepada khalayak ramai, bahwa ekosistem industrialisasi itu sudah sangat tersistematis mulai dari hulu hilirnya,” kata Nuryanti.

Nuryanti menyebut, bahwa Sumbawa Barat sudah memiliki produk tepung mocaf dengan beberapa campuran. Sehingga, Kabupaten Sumbawa Barat akan menjadi solusi bagi permasalahan kelangkaan terigu yang akan terjadi ketika resesi ekonomi dunia.  Produknya bahan baku pengganti terigu dan semua itu dari mocaf, ada yang dicampur dengan ketan ataupun tepung jagung, sehingga campuran – campuran itu membentuk karakter tersendiri untuk kue -kue kering.

Baca Juga :  Disperin NTB Gandeng PWI Tingkatkan Kompetensi Puluhan Jurnalis

“Semoga ekosistem ini segera kita finalkan dan menjadi solusi untuk kelangkaan terigu, khususnya di Indonesia dan NTB,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti juga mengajak para IKM/UMKM yang hadir untuk mengunjungi Klinik Konsultasi di Stand Dinas Perindustrian NTB yang membuka pelayanan pendaftaran SIMANIS, Pendaftaran OSS (NIB), Fasilitas Sertifikat Halal, Fasilitas Sertifikat Merek, pendaftaran E-Katalog, dll, hal ini menurutnya sebuah langkah pelayanan dari pemerintah kepada masyarakat.

Sementara itu, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah yang menjadi narasumber pada kegiatan roadshow itu menyampaikan bahwa industrialisasi merupakan salah satu ikhtiar dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Industrialisasi bukan konsep yang baru, tapi siapa yang belajar ekonomi pasti mensyaratkan bahwa untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran,” kata Gubernur Zul.

Gubernur Zul memberikan contoh sederhana adalah setiap tahun akan mengalami peningkatan jumlah penjaring pekerjaan. Angkatan kerja setiap tahun akan meningkat. Peningkatan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian ini tidak mungkin ditampung sepenuhnya. Industrialisasi dibutuhkan untuk membuka lapangan kerja baru yang dihasilkan oleh turunan industri itu sendiri, sehingga industrialisasi harus dimulai dari industri yang bersahabat dengan masyarakat sehari hari. Tapi industrialisasi itu butuh intervensi sains dan teknologi dengan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Baca Juga :  Millenial Trigger Industrialisasi Kembangkan Daerah dengan Inovasi

“Seni industrialisasi itu prosesnya panjang, berliku dan mendaki. Jadi dimulai dari masyarakat sehari -hari, bukan membayangkan gedung -gedung besar menjulang tinggi,” ujarnya.

Gubernur Zul juga mengapresiasi IKM yang hadir sudah berani mengolah bahan baku hingga barang setengah jadi atau barang jadi, dan dengan adanya PT AMMAN di KSB, diharapkan KSB menjadi pelopor industrialisasi besar di NTB.

“Saya bangga sudah banyak UKM yang mengolah produk mentah menjadi produk setengah jadi bahkan jadi. Jika ingin maju, setop dari sekarang dengan keberanian menjual bahan mentah keluar daerah. Tapi khusus KSB kita punya ekspektasi yang lebih, karena industri besar ada di sini,” tutupnya. (luk)

Komentar Anda