Disperin Mulai Mantapkan Kesiapan SDM IKM Sepeda Listrik

Sepeda listrik
PELATIHAN : Sejumlah peserta Bimtek IKM sepeda listrik di bengkel Le-Bui di Keru, Narmada saat memproduksi sepeda lsitrik.

MATARAM – Dinas Perindustrian Provinsi NTB semakin memantapkan program industrialisasi untuk memproduksi sepeda listrik. Salah satu langkah nyata Disperin NTB adalah mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM) handal untuk memproduksi sepeda listrik melalui program bimbingan teknis (Bimtek) selama 10 hari yang dilatih oleh owner Lombok E-Bike Builder (Le- Bui) Desa Keru, Narmada, Lombok Barat.  

Sebanyak 10 pemuda dari 10 kabupaten/kota di NTB dilibatkan dalam bimtek yang dilatih langsung oleh Gede Sukarmati Jaya, pelaku IKM Le-Bui, asal Desa Keru, Lombok Barat. Bimtek tersebut melibatkan pemuda yang memang sudah memiliki dasar keterampilan di bidang perbengkelan. Bahkan dari hasil bimtek selama 10 hari tersebut, mereka berhasil memproduksi 3 unit sepeda listrik Le-Bui.

“Program industrialisasi untuk sepeda listrik ini menjadi program unggulan. Kami melatih 10 pemuda yang memang sebelumnya memiliki keahlian di bengkel otomotif dan hasilnya mereka mampu memproduksi tiga unit sepeda listrik selama bimtek,” kata Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Nuryanti di sela-sela penutupan pelaksanaan Bimtek IKM sepeda motor listrik, Rabu (12/8).

Menurut Yanti, pelaksanaan bimtek bagi IKM yang nantinya bisa memproduksi sepeda listri ini harapannya mereka bisa mengembangkan hasil pelatihan yang diikuti di tempatnya masing-masing. Ilmu yang dipelajari selama Bimtek yang dilatih langsung oleh IKM Le-Bui Gede Sukarmati Jaya bisa dikreasikan dan inovasi lebih berkembang. Sehingga tidak hanya mampu memproduksi model tampilan yang sudah ada saat ini.

“Harapannya mereka para peserta Bimtek ini bisa menyerap ilmu pak Gede dan nantinya mampu melahirkan inovasi yang berbeda di produksi sepeda listrik,” ungkapnya.

Yanti juga berjanji akan tetap memberikan pendampingan bagi 10 IKM yang sudah mengikuti bimtek sepeda listrik ini. Bahkan, akan memfasilitasi mereka untuk akses permodalan di Bank NTB Syariah ketika sudah mulai memproduksi sepeda listrik. Selain itu, Disperin juga akan mengupayakan adanya bantuan peralatan mesin.

“Tentunya kita juga ingin mereka yang sudah mengikuti Bimtek ini akan kembali menularkan dan mengembangan ilmu mereka kepada yang lain di tempatnya,” ujarnya.

Sementara itu, IKM Le-Bui Gede Sukarmati Jaya mengatakan, dalam pelaksanaan Bimtek kepada 10 pemuda tersebut dilaksanakan langsung praktek di bengkel Le-Bui. Bahkan selama praktek, peserta bimtek langsun diajarkan memproduksi tiga unit sepeda listrik standar yang biasa dipasarkan diharga Rp 16,5 juta per unit. Dalam waktu 10 hari, tiga unit sepeda listrik berhasil diproduksi oleh peserta bimtek.

“Para peserta bimtek cukup respon selama belajar cukup antusias. Makanya mampu menghasilkan tiga unit sepeda lsitrik dalam waktu 10 hari,” ujarnya.

Gede mengatakan program industrialisasi sepeda listrik ini sangat memiliki potensi pasar yang cukup luas. Pangsa pasar sepeda listrik tidak hanya dalam negeri, bahkan luar negeri juga sangast terbuka.

Kendati demikian, para IKM pemula sepeda listrik ini bisa memanfatkan pangsa pasar dalam daerah yang sangat besar. Dengan memproduksi sepeda listrik, maka tidak perlu dikhawatirkan peluang pasar. Karena, pasar dalam daerah di NTB sendiri sudah siap menyerap, tinggal kemampuan memproduksi saja.

“Saya juga siap membantu memasarkan hasil karya IKM sepeda listrik ini nantinya. Termasuk siapa saja yang belajar, bengkel saya siap menerima setiap hari,” pungkasnya. (dev)