Dispar NTB Minta Kebijakan Penyeberangan ke Gili Tramena Dievaluasi

PENYEBERANGAN GILI: Kebijakan Two Gate System yang kini diujicobakan Pemkab Lombok Utara kepada para wisatawan dari dan ke Gili Tramena, banyak dikeluhkan para pelaku usaha wisata dan juga wisatawan. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Polemik uji coba two gate system untuk penyeberangan dari dan ke Gili Tramena (Trawangan, Meno dan Air) yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendapat tanggapan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB meminta Bupati KLU, Djohan Sjamsu, agar melakukan evaluasi dan meninjau ulang kebijakan itu.
“Ya kita minta supaya ditinjau dan dievaluasi kembali kebijakan itu. Apalagi informasi yang kami dapatkan masih dilakukan uji coba,” kata Kepala Dispar NTB, H. Yusron Hadi.

Apalagi sambung Yusron, kebijakan itu juga mendapat penolakan dari masyarakat. Artinya ada sesuatu yang tersumbat, apakah karena sosialisasinya yang kurang, ataukah formulasinya yang tidak tepat. Sehingga perlu dilakukan peninjauan kembali atas kebijakan itu.
“Kalau ada formulasi yang sudah baik ditemukan, lalu disepakati bersama, ya disosialisasikan semaksimal mungkin dengan waktu yang lama. Sehingga semua memahami dan mengerti, serta disepakati baru kemudian dilaksanakan bersama-sama,” sambungnya.

Hal itu penting untuk diperhatikan, sehingga tidak berdampak buruk terhadap citra pariwisata. Terlebih sekarang ini pariwisata di NTB mulai bangkit pasca dua tahun terakhir dilanda pandemi Covid-19.
“Jadi berharap disaat sekarang ini ketika peristiwa di NTB, lebih khusus di tiga gili (Trawangan, Meno dan Air) sedang proses kebangkitan dari kepulihan pasca pandemi Covid-19 yang sudah dua tahun terakhir ini terpuruk. Ya, seyogyanya kita harus bisa menjamin situasi kondusif, situasi yang inlinen dengan semangat kita membangun bangkitkan pariwisata,” pintanya.

Baca Juga :  Jaksa Ungkap Mantan Kadistanbun NTB Terlibat Kongkalikong Proyek Pengadaan Benih Jagung

Tentu dibutuhkan kebersamaan dari semua kalangan, untuk menghindari hal-hal yang berpotensi menurunkan tingkat kunjungan wisatawan ke NTB. “Dan justru kita meningkatkan kualitas pelayanan, hospitality kita kepada para wisatawan, sehingga mereka semakin banyak ke daerah kita,” tambahnya.
Yusron juga menuturkan, terkait permasalahan yang terjadi di KLU pihaknya juga telah terjun langsung, berdiskusi dengan para pihak, untuk mendengarkan apa yang menjadi harapannya. “Tentu saja kita berharap kebijakan yang kondusif dalam rangka pemulihan pariwisata. Jangan ada hal-hal yang negatif, atau kontra produktif dari upaya kita untuk memulihkan dan membangkitkan pariwisata kita yang lebih cepat,” harapnya.

Yusron juga menyebutkan, saat ini tingkat kunjungan wisatawan ke kawasan tiga gili cukup bagus. “Kunjungan wisatawan ke gili sekarang ini sudah sangat luar biasa. Baik yang datang dari Bali maupun Lombok, NTB sendiri. Jadi ayo kita jaga situasi kondusif ini dengan baik, ciptakan kondusivitas dan kenyamanan bagi para wisatawan,” pintanya.

Baca Juga :  Gubernur Pilih Hj Selly Jadi Komisaris Bank NTB Syariah

Yusron juga berharap terkait masalah kebijakan yang dikeluarkan Bupati KLU, soal uji coba one gate system untuk penyeberangan menuju Gili Tramena (Trawangan, Meno dan Air), dapat segera dituntaskan. Sehingga tidak berlarut-larut menjadi persoalan.”Jadi kita berharap segera menemukan formulasi yang tepat. Karena tugas kita (pemerintah) bagaimana menjaga ritme kepariwisataan kita yang sudah bangkit ini. Jangan sampai setelah ada kasus ini, muncul lagi kasus lain. Kita harapkan tuntas semua,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, H Lalu Moh Fauzal menyampaikan terkait persoalan penyeberangan ke tiga gili, pihaknya belum bisa berbicara banyak. “Kami masih tahap sosialisasi, tunggu dulu,” singkatnya.
Senada, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang diminta tanggapan terkait persoalan tersebut, juga belum dapat berkomentar banyak. “Saya coba cek dulu. Karena asosiasi-asosiasi mau ketemu saya dulu,” singkanya. (sal)

Komentar Anda