Dispar NTB Kembali Gelar Kaliantan Kite Festival

Dispar NTB Kembali Gelar Kaliantan Kite Festival
KITE SURFING: Salah satu peserta Kaliantan Kite Festival, ketika sedang memamerkan kemampuannya berselancar dengan ditarik layang-layang, atau Kite Surf di pantai Kaliantan, Selasa kemarin (22/8). (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

SELONG—Sukses penyelenggaraan sport tourism (olahraga wisata) Kite Surfing (Selancar Layang-Layang) tahun lalu (2016) di Pantai Kaliantan, Desa Serewe, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Maka tahun ini (2017), Dinas Pariwisata (Dispar) NTB kembali menggelar kegiatan serupa, “Kaliantan Kite Festival” di lokasi yang sama, Selasa kemarin (22/8).

Kaliantan Kite Festival sendiri dilaksanakan mulai hari ini (kemarin, red), hingga tiga hari kedepan, atau tanggal 24 Agustus mendatang. Kegiatan juga diikuti oleh para atlet Kite Surfing dari 10 negara perwakilan. Selain Kite Surfing, juga dihelat lomba layang-layang tradisional, bahkan layang-layang modern (kreatif).

“Kaliantan Kite Festival merupakan salah satu agenda tahunan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata NTB, sebagai rangkaian dari kegiatan Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017, yang akan berlangsung selama sebulan penuh, 18 Agutsus sampai 16 September 2017,” kata Kepala Bidang Destinasi Dispar NTB, Lalu Kusuma Wijaya, dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan, mewakili Kepala Dispar NTB, HL Moh. Faozal.

Menurut Jaya, sapaan akrabnya, Kaliantan Kite Festival tahun ini di Lotim, merupakan penyelenggaraan kali kedua yang difasilitas oleh Dispar NTB. Dimana salah satu tujuan utama yakni hendak memeratakan penyelenggaraan di semua daerah di NTB.

“Terpenting, melalui pemerataan even ini juga dapat semakin meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke obyek-obyek wisata yang banyak tersebar di berbagai daerah di NTB,” harap Jaya.

Seperti diketahui sambung Jaya, Kabupaten Lotim sendiri banyak memiliki obyek wisata yang sangat potensial kalau dikembangkan maksimal. Termasuk keragaman seni budaya, dan berbagai atraksi yang tinggal dikemas agar menarik dijadikan paket wisata.

“Lomba Kite Surf dan layang-layang tradisional yang berlangsung di lokasi obyek wisata seindah Pantai Kaliantan ini merupakan atraksi wisata yang sangat menarik, dan perlu dikembangkan menjadi agenda tahunan yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang,” harap Jaya.

Sementara Camat Jerowaru, Lalu Ahmad Zulkifli, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dispar NTB, yang telah membantu dan membiayai kegiatan Kaliantan Kite Festival. Terutama kepada para pemuda sekitar Pantai Kaliantan yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), yang tidak pernah henti mengeksplorasi daerahnya untuk mengembangkan kepariwisataan di Kecamatan Jerowaru.

“Kawasan Tampah Boleq, atau Pantai Kaliantan ini adalah spot untuk olahraga Kite Surfing terbaik di Indonesia. Karena cuacanya sangat mendukung untuk dilakukan selancar layang-layang dengan rentang waktu yang cukup panjang, lima sampai enam bulan secara terus-menerus,” beber Zulkifli.

Diakui Zulkifli, sebenarnya di Indonesia ada juga spot serupa, yaitu di Banyuwangi, Jawa Timur. Hanya saja, di daerah ini waktu yang baik untuk melakukan Kite Surfing hanya selama dua bulan saja. “Hembusan angin di Tampah Boleq atau Pantai Kaliantan ini lebih mendukung. Di sini kita berselancar selama lima atau enam bulan secara terus-menerus,” tandasnya.

“Karena itu, tak heran kalau setiap harinya ada puluhan wisatawan, dan rata-rata wisatawan mancenegara yang sedang berselancar dengan ditarik layang-layang di pantai ini,” ucapnya seraya berharap, kedepan kawasan ini bisa berkembang menjadi kawasan pariwisata yang banyak dikunjungi para wisatawan. (gt)