Dispar Jajaki Kerja sama Wisata dengan UPSI Malaysia

KERJASAMA: Kepala Dispar NTB, HL Moh. Faozal, bertukar cenderamata dengan Dekan Fakulti Muzik dan Seni Persembahan UPSI Malaysia, Prof. Madya Zaharul Lailiddin Bin Saidon, sebagai penjajakan kerjasama promosi wisata antara Pemda NTB dan UPSI Malaysia. (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) asal negara Malaysia ke Lombok atau Sumbawa, Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, kini sedang menjajaki kerja sama sektor kepariwisataan dengan salah satu perguruan tinggi di Malaysia, Univesity Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia.

“Kerja sama wisata yang dilakukan nantinya dapat berupa pembentukan Pusat Kesenian dan Kebudayaan NTB di UPSI Malaysia, yang bisa menjadi sumber informasi dan pengetahuan bagi para calo wisatawan, sebelum mereka nantinya berkunjung ke Lombok atau Sumbawa,” kata Kepala Dispar NTB, HL Moh. Faozal, kepada sejumlah wartawan, Senin (30/1).

Ditambahkan Faozal, tahun kemarin (2016), dari sebanyak 1,5 juta Wisman yang berkunjung ke NTB, hampir 70 persen diantaranya adalah Wisman asal Malaysia. “Bukti nyata adalah maskapai penerbangan Air Asia rute Kualalumpur-Lombok, yang sebelumnya per hari dua kali, kini telah ditambah menjadi tiga kali sehari. Artinya, ada lonjakan penumpang (wisatawan) yang terjadi, sehingga manajemen Air Asia berani menambah frekwensi penerbangannya ke Lombok,” jelasnya.

Seiring meningkatnya target jumlah kunjungan wisatawan ke NTB, tentu butuh berbagai kebijakan dan kreasi-kreasi baru, termasuk promosi tematik, untuk lebih mengenalkan berbagai potensi wisata yang ada di Lombok maupun Sumbawa, kepada public di Malaysia, sebagai negara sasaran.

[postingan number=3 tag=”wisata”]

“Salah satunya adalah seperti yang sedang kita usahakan ini, coba menjajaki kerja sama promosi wisata Lombok dan Sumbawa, dengan salah satu perguruan tinggi di Malaysia. Bentuknya nanti bisa saja membuat Center Lombok Sumbawa di lingkungan kampus tersebut. Tempat dimana para mahasiswa bisa mendapatkan segala informasi yang lengkap tentang NTB. Termasuk tentunya menggelar kegiatan-kegiatan seni dan budaya,” harap Faozal.

Sementara Dekan Fakulti Muzik dan Seni Persembahan UPSI Malaysia, Prof. Madya Zaharul Lailiddin Bin Saidon, pada kesempatan itu menyambut baik gagasan Pemda NTB, khususnya Dispar NTB, yang hendak menjalin kerjasama promosi wisata dengan pihak kampusnya.

“Jujur saja, dahulu wisatawan Malaysia kalau berkunjung ke Indonesia hanya menyebut tujuan Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Solo saja. Sama sekali tidak pernah terlintas nama Lombok. Tapi sejak lima tahun belakangan, Pulau Lombok seperti berkibar di Malaysia. Ini tentu buah dari usaha Dinas Pariwisata NTB yang tak kenal lelah dalam promosi dan mencari peluang-peluang baru,” ujar Zaharul.

Hanya saja sambung Zaharul, wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Lombok masih terbatas pada usia 40-an tahun keatas. “Padahal banyak anak-anak muda Malaysia yang saat ini juga senang berwisata. Potensi wisatawan muda inilah yang coba kita bidik untuk diarahkan berkunjung ke Lombok, melalui jalinan kerjasama yang sedang kita rintis dengan Pemerintah NTB ini,” ulas Zaharul.

Sedangkan Ketua Jurusan Muzik dan Seni Persembahan UPSI Malaysia, DR Muhammad Fazli Taib Bin Saearan, menyampaikan bahwa Lombok dan Sumbawa ini seperti sebuah laboratorium yang lengkap memiliki bahan-bahan dibutuhkan, dan tinggal dikerjakan saja. “Ibaratnya, masyarakat Lombok ini seperti tidur diatas emas, yang tinggal di olah saja menjadi berbagai perhiasan yang sangat cantik,” ujarnya.

Senada, salah satu Dosen UPSI Malaysia asal Lombok, DR Salman Alfarisi, menambahkan bahwa kerjasama yang dijalin pihak kampusnya dengan Pemda NTB, bukan hanya dalam bidang promosi pariwisata saja. Lebih dari itu, juga dapat diperluas dengan kerjasama soal pendidikan, kesenian, kebudayaan dan bahasa. “Kalau bahasanya Gubernur NTB, setelah kami melakukan pertemuan, nantinya di UPSI Malaysia akan dibentuk “Rumah Lombok Sumbawa”. Segala hal terkait NTB dapat diakses di Rumah Lombok Sumbawa ini,” tuturnya.

Pun dalam bidang promosi pariwisata, sambung Salman, kalau selama ini dengan anggaran sekitar Rp 100 juta hanya dapat menggelar pertunjukan seni budaya di dalam daerah saja, termasuk penonton juga orang lokal sendiri. “Adanya kerjasama antara Pemda NTB – UPSI Malaysia ini, maka dengan dana yang sama, dan diselenggarakan di Kampus UPSI Malaysia. Maka kegiatan yang sebelumnya lokal bisa bersifat internasional. Tentu dengan feedback yang bagus pula, karena penontonnya adalah para calon wisatawan Malaysia yang hendak berkunjung ke Lombok,” terang Salman. (gt)