Dispar dan HPI Latih 50 Guide Korea dan Timteng

Dispar dan HPI Latih 50 Guide Korea dan Timteng
DIKLAT GUIDE: Ketua DPD HPI NTB, DR. H. Ainuddin, SH. MH, dan Kepala Dispar NTB, HL Moh. Faozal, ketika menjadi pembicara dalam kegiatan Diklat Guide Bahasa Korea dan Arab (Timteng), Rabu (9/8). (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) asal Korea dan negara-negara di Timur Tengah (Timteng) ke Pulau Lombok, yang dari tahun ke tahun terus mengalami pertumbuhan. Demi pelayanan maksimal, maka kesiapan sumber daya manusia (SDM) pariwisata, khususnya pramuwisata atau guide bahasa Korea dan Arab, tentu harus juga dipersiapkan dengan baik.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, HL Moh. Faozal, yang dijumpai usai membuka secara resmi kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) bagi 50 guide bahasa Korea dan Arab (Timteng), yang diselenggarakan Dispar NTB bekerjasama dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB, bertempat di Hotel Golden Palace, Rabu kemarin (9/8).

“Alasan mengapa kita serius menggarap pasar middle east (Timteng) dan Korea ini. Karena sejak NTB, mendapatkan penghargaan sebagai destinasi wisata halal dunia di ajang World Halal Tourism Association (WHTA) pada tahun 2015 lalu. Yang kemudian tahun 2016 juga kembali berhasil meraih tiga penghargaan pada  ajang yang sama. Maka nama Lombok kini mulai populer di kalangan Wisman Timteng, dan mulai banyak yang berkunjung ke Lombok,” kata Faozal.

Tentu saja untuk mengimbangi itu lanjut Faozal, sebagai tuan rumah harus menyiapkan pelayanan maksimal, serta memberikan informasi akurat yang dibutuhkan para Wisman Timteng ini. “Caranya, tentu saja kualitas SDM Guide bahasa Arab juga harus ditingkatkan, sehingga tidak mengecewakan para Wisman Timteng ini,” papar Faozal.

Demikian pula Wisman asal Korea Selatan. Meskipun bagi para pelaku usaha wisata NTB mereka sudah tak asing lagi, karena sebelumnya di Lombok juga banyak Wisman Korea yang berkunjung. Namun kunjungan Wisman Korea dalam skala besar, baru dimulai dalam dua pekan ini, yaitu setelah adanya charter flight (penerbangan sewa) Maskapai Korean Air dari Bandara Incheon Seoul – Lombok International Airport (LIA).

“Tercatat dalam tiga kali penerbangan Korean Air ke Lombok, ada 600-an Wisman Korea yang telah berkunjung ke Lombok. Sedangkan dalam B to B (Business to Business) antara pelaku usaha wisata Korea dan NTB, akan ada tujuh kali penerbangan. Sehingga ada sekitar 1.400-an Wisman Korea yang berkunjung ke Lombok,” ujar Faozal.

Untuk melayani para Wisman Timteng dan Korea inilah, sambung Ketua DPD HPI NTB, DR. H. Ainuddin, SH. MH, para pemandu wisata Korea dan Timteng ini harus mendapatkan Diklat. Dimana nantinya setelah Diklat selama enam hari, mereka selain resmi menjadi anggota HPI NTB, juga akan diberikan lisensi untuk menjalankan profesinya (guide).

“Alhamdulillah, berkat perhatian yang sangat besar dari Kementerian Pariwisata RI, dan atas perjuangan Dinas Pariwisata NTB, maka pelatihan pemandu wisata untuk 50 guide Korea dan Timteng ini bisa terselenggara gratis. Padahal untuk Diklat normal, peserta biasanya harus membayar sekitar Rp 3 juta. Jadi kalian ini benar-benar beruntung. Untuk itu, peserta harus serius mengikuti Diklat, sehingga ilmu yang diperoleh juga akan bermanfaat di lapangan nanti,” pesan Ainuddin kepada para peserta.

Ditegaskan Ainuddin, ada lima hal yang harus dimiliki oleh seorang pemandu wisata, sebelum nantinya benar-benar menjalankan profesinya sesuai standar HPI. “Kelima hal itu adalah pemandu wisata harus memiliki attitude, skill, knowledge, performance dan initiative,” tandasnya.

Ada jenjang-jenjang yang harus dilalui oleh seorang pemandu wisata untuk menjadi anggota HPI. “Berdasarkan tingkatannya, ada tiga jenis lisensi pemandu wisata yang akan dikeluarkan, yaitu lisensi Pemandu Wisata Muda, Pemandu Wisata Madya, dan Pengatur Wisata atau Tour Leader. Ketiga lisensi ini yang berhak mengeluarkan dan menandatangani adalah Kepala Dispar NTB, dan Ketua HPI NTB,” pungkasnya. (gt)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid