Dispar dan BPPD NTB Dinilai Tak Punya Inovasi Promosi WSBK

Lalu Hadrian Irfani (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Dinas Pariwisata (Dispar) dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB dinilai kurang inovatif dan tak maksimal mempromosikan event  World Superbike (WSBK) Mandalika November 2021. “Kita mempertanyakan kinerja Dinas Pariwisata dan BPPD NTB,” jelas Anggota Komisi II (Bidang Pariwisata) DPRD NTB Lalu Hadrian Irfani, Sabtu kemarin (16/10).

Seharusnya lanjut Hadrian, Dispar dan BPPD NTB punya inisiatif menggaungkan WSBK. Apalagi NTB sebagai tuan rumah event dunia itu untuk pertama kali. Tentunya Dispar dan BPPD harusnya bisa menangkap peluang itu untuk promosi luar biasa dan istimewa bagi kebangkitan pariwisata di NTB. Sayangnya, belum terlihat gebrakan luar biasa dari Dispar dan BPPD dalam melakukan promosi. “Terlebih dengan kondisi pariwisata di NTB sedang terpuruk akibat pandemi covid-19, maka harus ada gebrakan dan inovasi luar biasa,” tegasnya.

BACA JUGA :  Dewan Dukung Langkah Pembatasan Telur Luar

Diungkapkan, event WSBK diperkirakan akan menyedot lebih dari 25 ribu pengunjung. Di sanalah momentum Dispar dan BPPD NTB berinovasi bukan hanya mempromosikan Mandalika, tetapi juga destinasi wisata lainnya di Lombok dan NTB pada umumnya. “Istilahnya, Mandalika jadi magnet utamanya. Namun destinasi-destinasi lain seperti Senggigi, Gili, Sekotong, Pantai Pink, dan masih banyak lagi, ini bisa turut terpromosikan dengan baik,” ucapnya.

BACA JUGA :  Gubernur Didesak Pulangkan Jenazah Sanimah

Di samping Dispar dan BPPD NTB harus proaktif menjalin komunikasi dengan semua pihak. Bukan saja dengan stakeholder kepariwisataan dan pelaku industri pariwisata, tetapi juga dengan stakeholder pendukung lainnya, agar bersama-sama menyukseskan WSBK dan maksimal mempromosikan pariwisata Lombok dan Sumbawa. Sebab, indikator suksesnya WSBK bukan semata-mata kegiatan itu bisa digelar dengan baik dan memenuhi standar. Tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata di NTB khususnya, atau sektor ekonomi di NTB pada umumnya. (yan)