Dispar Berdayakan Peran Pokdarwis

H. Hariyadi Djoewaeni (GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG—Dinas Pariwisata Lombok Timur (Lotim) akan lebih memberdayakan peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdaris)  yang ada di daerah ini. Hal ini sebagai upaya untuk memajukan potensi destinasi wisata yang ada di Lotim, terutama  untuk pengembangan pariwisata di desa.

Lotim sendiri sebelumnya telah mendapatkan penghargaan dari pemerintah provinsi dalam sektor pariwisata. Penghargaan yang didapatkan itu tak lepas adanya  partisipasi dan peran serta dari Pokdaris dalam memajukan destinasi wisata yang ada di wilayahnya masing-masing.

“Karena desa wisata di Lotim itu dikembangkan oleh masyarakat setempat, terutama Pokdarwis,” ungkap Kadispar Lotim, H. Hariyadi Djoewaeni, Senin  kemarin (10/4).

[postingan number=3 tag=”lotim”]

Saat ini, sekitar 40 Pokdarwis yang ada di Lotim. Keberadaan Pokdarwis kini semakin berkembang. Bahkan setiap harinya, hampir selalu ada permintaan dari masyarakat untuk pengukuhan Pokdaris ini. Itu sebagai bukti jika kesadaran masyarakat untuk mengembangkan pariwisata di Lotim semakin besar. “Ini sangat potensial. Sekarang tinggal bagaimana kita menyentuh mereka,” ungkapnya.

Sekarang tinggal bagaimana upaya pemerintah untuk memberdayakan Pokdarwis ini. Sentuhan seperti apa lanjutnya, yang perlu diberikan kepada Pokdarwis, yang telah memiliki kemauan untuk memajukan pariwisata.

“Pokdarwis ini sukarela. Mereka tidak punya anggaran, honor dan lainnya. Tapi karena punya potensi di wilayahnya, maka untuk menggerakan kesejahteraan masyarakat, sehingga mereka mau bergerak,” terang dia.

Keberadaan Pokdarwis lanjunya, sebagian sudah banyak yang bagus pengelolaanya. Bahkan dua Pokdarwis pernah dikirim mewakili Lotim untuk mengikuti pemilihan Pokdarwis di tingkat nasional. Kedua Pokdarwis itu, yakni Pokdarwis Tanjung Luar dan Kembang Kuning.

Sementara untuk pengelolaan desa wisata di Lotim sendiri sebutnya, pengelolaanya berbeda dengan kabupaten lain. Jika kabupaten lain, Desa Wisata itu dikelola oleh travel agent tertentu. Maka di Lotim, Desa Wisata itu sebagian besar murni di kelola oleh masyarakat setempat. “Kalau di Lotim, kebanyakan masyarakat yang aktif,” terangnya.

Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi, jika Desa wisata itu ingin bisa maju dan berkembang dengan cepat. Kriteria dimaksud yaitu dilihat dari posisi atau letak nya, kemudian potensi yang dimiliki desa itu, baik potensi alam, budaya ataupun potensi kuliner.

Selanjutnya yaitu menyangkut prestasi yang dmiliki desa tersebut. “Prestasi desa di tingkat kabupaten ataupun provinsi, sangat berpengaruh untuk kemajuan desa wisata itu,” ungkapnya.

Di Lotim sendiri, keberadaan desa wisata jumlahnya cukup banyak. Namun yang paling dikenal yaitu Desa Wisata Kembang Kuning, Sembalun, dan Sapit. Sementara desa wisata yang lainnya, kini terus bergerak agar bisa lebih maju seperti desa wisata yang lain. “Termasuk Desa Wisata Jeruk Manis, Pesanggrahan, dan beberapa desa wisata lainnya  sudah mulai bergerak,” terangnya.

Dikatakan, jika desa wisata ini bisa dikelola dengan baik, maka keberadannya memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan bagi daerah. Hal ini bisa dilihat dari beberapa desa wisata yang ada  di sejumlah  daerah. Dimana desa wisatanya mampu menghasilkan pemasukan sampai miliaran. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid