Disnakeswan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Disnakeswan Perketat Pengawasan Hewan Kurban
SAPI SEMBALUN: Ketersediaan hewan kurban di NTB, baik sapi mapun kambing lebih dari mencukupi. Bahkan NTB mengirimkan ternak untuk suplai diluar daerah. Tampak ternak sapi di Kecamatan Sembalun, Lotim. (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB akan memperkat pengawasan hewan yang diperuntukan bagi kurban, baik itu ternak sapi maupun kambing yang ada dijual di NTB.

Disnakeswan NTB akan melibatkan petugas tenaga kesehatan, dalam hal ini dokter hewan untuk langsung memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban, baik di pedagang langsung, maupun saat akan dipotong di masjid ataupun musholla.

Kepala Bidang Kesmavet Disnakeswan Provinsi NTB, Lalu Muhammad Yusri mengatakan, pengawasan hewan kurban yang dijual di seluruh titik penjualan akan melibatkan Disnakeswan kabupaten/kota seluruh NTB. “Semua titik penjualan hewan kurban akan diawasi dan akan diperiksa kesehatannya oleh tim dokter hewan,” kata Lalu Yusri, Jumat (18/8).

Disnakeswan NTB sendiri sudah membentuk tim pengawasan ternak hewan kurban, yang melibatkan sejumlah pihak. Pun telah bersurat ke Disnakeswan kabupaten/kota untuk membentuk tim, serta memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban, baik itu sapi maupun kambing.

Untuk wilayah kerja, Disnakeswan NTB akan bergabung bersama tim pengawas dari Dinas Peternakan Kota Mataram, guna memantau pedagang hewan kurban. Sementara Disnakeswan kabupaten/kota melakukan pengawasan di daerah mereka masing-masing.

Selain pengawasan di tempat penjualan, Disnakeswan NTB bersama Disnakeswan kabupaten/kota juga akan menugaskan tim medis atau dokter hewan di setiap tempat penyembelihan, seperti di masjid, musholla dan juga rumah potong hewan (RPH) yang sudah ditetapkan oleh panitia kurban di setiap daerah.

Pemeriksaan daging hewan kurban tersebut untuk memastikan, bahwa dalam tubuh hewan kurban itu tidak lagi ada penyakit seperti cacing dan lainnya yang berbahaya terhadap tubuh manusia jika dikonsumsi.

“Petugas kesehatan hewan akan mendatangi semua penjualan hewan kurban. Kalau di penjualan hewan kurban itu sehat dan bebas penyakit, maka akan dipasangkan papan pengumuman tempat tersebut sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim pengawasan Disnakeswan ,” jelasnya.

Sementara itu, untuk ketersediaan jumlah hewan kurban baik itu sapi dan kambing di Provinsi NTB, Yusri memastikan tidak ada masalah. Justru hewan kurban asal NTB juga dikirim untuk memenuhi kebutuhan sejumlah Provinsi di Indonesia.

Jika mengacu kepada jumlah populasi khususnya ternak sapi di NTB yang mencapai 1,2 juta ekor, maka untuk kebutuhan hewan kurban tidak ada masalah. “Untuk kebutuhan hewan kurban di NTB tidak ada masalah dan sudah siap terpenuhi,” ujarnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid