Disnakeswan NTB Jamin Kesehatan Hewan Kurban

HEWAN KURBAN: Kepala Bidang Kesmavet Disnakeswan NTB, Aminurahman saat memeriksa kambing yang dijual untuk kebutuhan hewan kurban di Mataram, Rabu (7/9) (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB memastikan kondisi hewan kurban yang dijual oleh pedagang, baik itu sapi dan kambing dalam kondisi layak potong dan konsumsi. Karena dari hasil pemantauan lapangan Disnakeswan Provinsi NTB bersama Dinas Pertanian, Perikanan, Kelautan dan Peternakan Kota Mataram, tidak ditemukan sapi dan kambing untuk hewan kurban yang mengalami penyakit berat.

“Kami sudah memantau hampir seluruh pedagang hewan kurban di Kota Mataram bisa dipastikan sudah layak potong. Karena tidak ada kambing ataupun sapi yang teridentifikasi sakit berat atau berbahaya,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakeswan Provinsi NTB¸H Aminurahman kepada Radar Lombok saat turun mengawasi pedagang hewan kurban di Turida, Rabu (7/9).

Amin menyebut kondisi hewan kurban baik itu sapi maupun kambing hampir di enam kecamatan di Kota Mataram secara umum dalam keadaan sehat. Tidak ada ditemukan sapi dan kambing yang mengalami sakit berat. Petugas kesehatan hewan hanya menemukan sejumlah kambing maupun sapi yang dalam kondisi kelelahan, stres dan kelelahan.

Untuk kondisi sapi seperti stres dan kelelahan merupakan hal yang biasa dan lumrah. Mengingat hewan kurban tersebut didatangkan dari sejumlah daerah di NTB, baik itu dari Lombok Timur, Lombok Tengah dan beberapa tempat lainnya di NTB. “Untuk sapi yang stres, diare, kelelahan ataupun pilek, petugas langsung memberikan obat dan suntikan agar kembali normal sebelum di sembelih,” jelas Amin.

Seperti tahun-tahun sebelumnya lanjut Amin, Provinsi NTB tidak pernah mendatangkan kambing untuk kebutuhan hewan kurban setiap lebaran Idhul Adha. Hal tersebut dilakukan untuk melindungi peternak dari anjloknya harga termasuk juga mengantisipasi penyakit bawaan yang ada di hewan kambing dipasok dari luar daerah NTB.

Terlebih lagi populasi kambing di Provinsi NTB mencapai 650 ribu ekor. Artinya untuk kebutuhan potong di hari raya kurban, NTB tidak perlu mendatangkan kambing dari luar NTB. Bahkan untuk kambing NTB masih surplus dalam memenuhi kebutuhan.

Sementara itu, pedagang hewan kurban di Turida yang selama ini rutin setiap tahun berjualan, Sapoan menyebut penjualan kambing tahun ini mengalami penurunan. Jika lebaran Idhul Adha tahun 2015 lalu, sebanyak 110 ekor kambingnya ludes terjual.

Sementara tahun 2016 ini, meski lagi lima hari pelaksanaan hari raya kurban, yang terjual baru 20 ekor dari 61 ekor kambing yang disiapkan di tempatnya berjualan. “Baru laku 20 ekor, biasanya kalau tahun lalu lebih dari 50 ekor yang sudah laku,” ujarnya.

Sapoan membanderol hewan kurban berupa kambing yang dijualnya itu seharga Rp 2 juta hingga Rp 4 juta per ekor, tergantung besar dan berat badannya. Sementara untuk harga sapi di beberapa tempat pedagang di Kota Mataram dijual mulai dari harga Rp 11 juta hingga Rp 15 juta per ekor. (luk)