Disnakertrans NTB Awasi Pengiriman TKW ke Arab Saudi

Disnakertrans NTB Awasi Pengiriman TKW
TENAGA KERJA : Kepala Disnakertrans NTB Agus Patria (tengah), Ketua DPP APJATI Ayub Basalamah berserta jajaran APJATI usai pembukaan Job fair, Rabu (12/2).( DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pengiriman dan penempatan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI)  atau lebih dikenal dengan sebutan Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Arab Saudi kembali dibuka. Pemerintah daerah bekerja sama dengan Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) akan kembali membuka kran untuk pengiriman calon PMI ke Arab Saudi.

Ketua DPP APJATI Ayub Basalamah mengatakan, pengiriman ini tidak mencabut keputusan pemerintah yang telah menghentikan (morotorium) pengiriman dan penempatan CPMI ke Arab Saudi. Hanya saja dilakukan dengan Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK). Pihak perusahaan menyelenggarakan job fair bursa kerja ke Arab Saudi melalui SPSK ini selama enam bulan.

“Jadi kami sudah mendapatkan seluruhnya sementara 9 ribu dari 9 perusahaan di Indonesia dan 3 syarikat (perusahaan) di Saudi Arabia. NTB menjadi daerah yang potensi mengirim PMI ke Arab Saudi,” kata Ayub Basalamah, Selasa (12/2).

Menurutnya, dengan pola SPSK ini akan menghindari PMI illegal. Dengan sistem tersebut CPMI punya skill dan terlindungi sejak berangkat hingga pulang.  Apalagi SPSK ini nantinya para CPMI, sebelumnya punya masalah, maka tidak bisa diproses karena datanya terintegrasi dengan pihak  Arab Saudi.

“APJATI akan terus membantu pemerintah untuk melakukan sosialisasi , agar bekerja keluar negeri dengan jalur benar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB Agus Patria mengatakan dengan dibuka kembali pengiriman dan penempatan kerja ke Arab Saudi akan diawasi prosesnya, termasuk juga pengawasan hukum. Terlebih lagi, para PMI ini nantinya diasuransikan.

“Karena ini sudah serba online, mulai dari persyarata dan pengawasannya jangan sampai ada pungutan biaya,” kata Agus Patria. (dev)