Disnaker Tiadakan Job Fair di 2021

Hariadi (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Jumlah angka pengangguran terbuka di Kota Mataram mencapai 12 ribu sampai dengan akhir Desember 2020. Bahkan adanya tambahan akibat dampak dari Covid-19 sekitar 7.000 di NTB. Jika sebelumnya Pemkot Mataram rutin mengadakan bursa lowongan kerja melalui gelaran Job Fair, namun kini sudah tidak ada lagi, karena pandemi Covid-19. Terlebih lagi, hampir semua sektor usaha mengalami masa sulit dengan merumahkan karyawan hingga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Job Fair tidak kita adakan karena pademi Covid-19. Sejak 2017 kita rutin mengadakan Job Fair. Hanya tahun 2020 dan 2021 ini kita tidak adakan dulu,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram Hariadi, Minggu (3/1).

Dikatakan Hariadi,  untuk mengurangi angka pengganguran tersebut, pihaknya meminta kepada perusahan untuk membuka lowongan pekerjaan. Pasalnya, dalam kondisi seperti ini justru banyak perusahaan terpaksa merumahkan para pekerjanya. Bahkan sampai ada yang terkena Pemutus Hubungan Kerja (PHK), mengingat perusahaan kondisinya pun belum membaik.

“Untuk membantu mencari lapangan pekerjaan, kita akan komunikasikan antara perusahaan dan pencari kerja,” terangnya.

Nantinya, untuk tenaga kerja yang ingin mencari lowongan akan menggunakan aplikasi secara online. Hal tersebut agar memudahkan mereka mencari lowongan pekerjaan secara online.

“Kita akan buat di Disnaker, di situ ada lowongan kerja. Kita tidak pakai Job Fair, jadi kita pakai aplikasi dulu,”  ungkapnya.

Adanya pandemi Covid-19 yang melanda saat ini membuat semua anggaran yang ada dialihkan untuk dana Covid-19. Sehingga banyak program harus terhenti, lantaran tidak adanya anggaran. Untuk mengatasi bertambahnya angka pengangguran khususnya Kota Mataram dilakukan dengan menyediakan lowongan pekerajaan secara online.

Lebih lanjut pada awal-awal tahun tepatnya triwulan pertama akan ada informasi lowongan pekerjaan, baik di daerah maupun luar negeri. Terlebih dengan adanya aplikasi tersebut para tenaga kerja mampu menyesuaikan kemampuan mereka dengan bidang penempatan yang ada.

Tak hanya itu saja, nantinya pengembangan aplikasi tersebut juga akan dilakukan pelayanan pengaduan. Terutama pada tenaga kerja yang posisinya bekerja diluar negeri.

“Di aplikasi kita upayakan ada pengaduan juga. Karena ini bagian dari pelayanan kita,” imbuhnya.  (dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaKebijakan Pemerintah Hentikan Rekrutmen Guru PNS Ditolak DPR
Berita berikutnyaBawaslu Panggil Gubernur