Disnaker : THR Adalah Hak Karyawan

H. Syaiful Mukmin (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM– Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram mengimbau seluruh perusahaan untuk komit menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan masing-masing. Selain itu dinas juga membuka posko pengaduan bagi para karyawan atau pekerja yang tdiak menerima THR dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram H. Syaiful Mukmin menjelaskan, petugas yang diminta turun ke semua perusahaan tidak sekedar turun begitu saja, tetapi ada surat tugas yang dibawa.”Tugas mereka untuk memberitahukan perusahaan akan kewajibannya membayar THR karyawan,” kata Syaiful saat ditemui kemarin (2/6).

Sesuai ketentuan, THR paling telat dibayarkan satu minggu sebelum lebaran. Maka jauh-jauh hari dinas mengingatkan perusahaan.”Petugas saya juga sudah turun ke lapangan ke semua perusahaan sejak minggu pertama puasa,”tegasnya.

BACA JUGA :  Pembukaan Festival Mataram Berlangsung Meriah

Disnaker membuat posko khusus untuk menerima pengaduan.” Kalau ada yang tidak dibayarkan silahkan datang ke kantor untuk melapor, disana sudah ada posko pengaduan kami siapkan,” ungkapnya.

Jumlah THR adalah satu kali gaji. Dinas siap mengawal dan  mendampingi karyawan.

Kalau misalnya ada perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban, maka tentunya akan ada sanksi. Namun ia tetap mengimbau kepada semua perusahaan agar melaksanakan kewajibannya membayar THR agar kegiatan usaha bisa berjalan dengan aman dan lancar.

Terpisah, angggota DPRD Kota Mataram Herman mengatakan, THR adalah kewajiban perusahaan. Besarannya sudah disesuaikan dengan besaran satu kali gaji. Dirinya meminta kepada semua pengusaha memperhatikan masalah ini.”THR ini wajib harus dibayarkan perusahaan kepada karyawannya,” kata Herman.(ami)