Diskusi Pelaku UMKM dan Industri Pariwisata Munculkan Peluang Kerja Sama

Diskusi bertema ‘Pola Kemitraan Pelaku UMKM Ekraf dengan Industri Pariwisata untuk Peningkatan Produktivitas’, di Hotel Montana Premier Senggigi, Rabu (17/3/201) lalu. (DISPAR LOBAR FOR RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG–Usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan industri pariwisata secara umum memiliki kaitan yang tidak bisa terpisahkan. Pelaku UMKM dan industri pariwisata harus saling mendukung dan bersinergi membangun perekonomian dan kepariwisataan di Lombok Barat.

Hal itu mendasari Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menggelar kegiatan diskusi dengan mempertemukan para pelaku UMKM dan industri pariwisata yang ada di Lobar. “Kita harapkan dengan kegiatan ini bisa menghasilkan dan meningkatkan sinergitas pelaku ekonomi kreatif dengan pelaku industri pariwisata dengan kerja sama yang berkelanjutan,” kata Danilah, Kepala Bidang Bina Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata pada kegiatan diskusi ‘Pola Kemitraan Pelaku UMKM Ekraf dengan Industri Pariwisata untuk Peningkatan Produktivitas’, di Hotel Montana Premier Senggigi, Rabu (17/3/201) lalu.

Sementara itu, Asisten I Seda Lobar Agus Gunawan yang hadir membuka kegiatan mengatakan, di masa covid ini para pelaku ekonomi kreatif dan industri pariwisata  harus pandai berinovasi, adaptasi, serta kolaborasi. “Jika hulu dan hilirnya sudah ada kesepakatan, saya yakin perekonomian dan kepariwisataan di Lombok Barat akan maju. Saya juga berharap hasil diskusi ini bisa dimasukkan dalam penyusunan DMO yang digarap oleh Dispar,” seru Agus dalam rilis Dispar Lobar yang diterima Radar Lombok.

BACA JUGA :  Ratusan Pelaku Pariwisata di Lombok Barat Kembali Divaksin

Diskusi yang dihadiri para pelaku UMKM, pelaku industri pariwisata seperti hotel dan pusat oleh-oleh, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM Lobar itu berjalan seru. Para peserta antusias saling mengemukakan pendapat dan saling menanggapi. Berbagai bentuk kerja sama pun ditawarkan baik dari pelaku UMKM maupun dari pelaku industri pariwisata.

Seperti yang diungkapkan I Ketut M Jaya dari Asosiasi Perhotelan yang juga merupakan General Manager Holiday Resort, di mana pola kerja sama yang ditawarkannya yaitu hotel membeli langsung kepada UMKM, atau menitipkan produk UMKM di outlet-outlet hotel yang ada. Tentunya dengan syarat bahwa produk harus sesuai harga dan kualitas pasar.

BACA JUGA :  Puncak Lomba Phonegraphy Digelar di Narmada Botanic Garden, Ada Tantangan Foto Model

Adrian, Ketua BUMDes Pusuk Lestari mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Dispar ini. Menurutnya ini adalah bentuk upaya memfasilitasi UMKM dengan industri pariwisata dalam melakukan pola kerja sama. “Kami melihat ada titik terang antara pelaku UMKM dengan industri pariwisata. Hal semacam ini mudahan bisa kita manfaatkan lebih baik lagi, dan ke depanya mudahan para pelaku industri maupun UMKM bisa menjalin komunikasi dengan baik dan cair, sehingga UMKM bisa memenuhi kebutuhan industri pariwisata itu sendiri,” harap pengelola King Aren itu. (*/RL)