Diskoperindag Temukan 43 Koperasi Tidak Aktif

Abdul Hamid (HERY/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Dinas Koperasi UKM  Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) Lombok Utara memverifikasi ratusan koperasi di daerah itu.

Hasilnya, ditemukan 43 koperasi yang tidak aktif. Kepala Diskoperindag Lombok Utara, Abdul Hamid mengatakan, jika 43 koperasi ini tidak melaksanakan rapat akhir tahun (RAT) berturut-turut tiga tahu, maka izinnya terancam dicabut. ‘’Hasil pendataan dan verifikasi kita ditemukan ada 144 koperasi yang aktif dan 43 tidak aktif. Yang tidak aktif kita akan cabut izinnya apabila tidak melaksanakan RAT tiga tahun berturut-turut,” tegas Hamid, kemarin (20/10).

Dijelaskannya, koperasi aktif adalah yang rutin melaksanakan RAT. Jika tidak, maka dinas akan memberikan sanki dengan menvabut badan hukum koperasi tersebut. Untuk menindaklanjuti sanksi ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan mengingat sebagain kewenangan bupati sudah dilimpahkan. ‘’Data koperasi tidak aktif terbanyak kita temukan di Kecamatan Bayan,’’ sebutnya.

Kata Hamid, meski menemukan banyak koperasi tidak aktif. Tapi, pihaknya belum menemukan ada koperasi nakal dengan nama saja tanpa ada struktur kepengurusan dan anggota. Di mana biasanya, koperasi seperti ini berkepentingan hanya untuk mendapatkan bantuan dan memungut.

Karenanya, Hamid mengaku terus melakukan pembinaan untuk mencegah koperasi tidak aktif. Pihaknya selalu melakukan pembinaan dan pengarahan setiap tahunnya pada saat koperasi menggelar RAT. “Kita tidak ingin koperasi ini seperti Merpati yang datang hanya saat diberi jagung (bantuan, Red) lalu terbang lagi,” sindirnya.

Hamid juga membeberkan, bahwa pihaknya juga menemukan ada koperasi yang melakukan pungutan liar (pungli). Tetapi, koperasi itu sekarang sudah ditegur dan sudah berhenti. “Sudah kami tegur dan praktik itu dihentikan. Kami tidak ingin ada koperasi yang menarik pungutan tanpa payung hukum yang jelas,” pungkasnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid