Dishut Klaim Program Reboisasi Berhasil

POHON : Bupati Lobar H. Fauzan Khalid saat kegiatan penanaman pohon belum lama ini (DOK/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Dinas Kehutanan Lombok Barat mengklaim program reoboisasi kawasan hutan yang kritis berhasil. Setiap tahun Pemkab yang dikoordinir Dishut menggelar kegiatan penghijauan terutama di kawasan hutan yang kritis akibat praktik pembalakan liar. Total kawasan yang berhasil ditanami pohon mencapai 401 hektar dengan jumlah pohon sebanyak 25 ribu. “ Seperti biasanya pohon yang kita tanam tumbuh mencapai 50 persen,” kata Kepala Dishut Lombok Barat Lalu Agus Gunawan kepada Radar Lombok, Kamis (1/9). 

Untuk memastikan pohon-pohon yang ditanam tumbuh dengan baik, dinas akan menginstruksikan jajaran UPTD turun melakukan pengawasan bekerjasama dengan kelompok HKm. Penghijauan dilakukan per blok untuk memudahkan pengawasan. Sehingga apabila ditemukan ada yang mati, maka dengan cepat bisa diganti dengan pohon baru. “ Evaluasi menyeluruh akan kami lakukan pada bulan Oktober mendatang,”ungkapnya.

Pada tahun ini sasaran reboisasi adalah kawasan hutan produksi, hutan lindung dan luar kawasan hutan seperti di pinggir jalan. Diantaranya di Sekotong, Lembar, Gerung, Labuapi, Narmada dan Lingsar. Dinas akan menggalakkan penanaman pohon di pinggir jalan di sepanjang jalan di Kecamatan Sekotong mulai dari depan kantor Camat Sekotong hingga Desa Buwun Mas. Khusus di sini, total bibit yang disiapkan ada 10 ribu. “ Ini kita lakukan karena pinggir jalan kita gersang, makanya harus ditanami pohon,” ungkapnya.

Luas geografis Lombok Barat mencapai 1.053,92 km² (105.392 ha) dimana sekitar 40 persen merupakan kawasan hutan. Dari catatan yang ada, total kawasan hutan kritis di Lombok Barat mencapai 32.624,18 hektar pada tahun 2008 yang terdiri dari kawasan hutan seluas 16.363,60 hektar dan luar kawasan hutan seluas 16.260,58 hektar.

Dalam waktu sembilan tahun terakhir Lombok Barat diklaim mampu menurunkan angka hutan kritis secara signifikan dengan adanya kegiatan reboisasi. Total hutan yang kritis menyusut menjadi 17.202,05 hektar yang terdiri dari kawasan hutan seluas 10.542,28 hektar dan luar kawasan hutan seluas 6.659,77 hektar. “Keberhasilan ini tentu atas dukungan berbagai pihak baik dari kalangan masyarakat, swasta, maupun pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten,” ungkapnya.

Dalam rangka mewujudkan hutan lestari, berbagai program telah dilakukan oleh pemerintah daerah. Diantaranya rehabilitasi hutan dan lahan (RHL), program kecil menanam dewasa memanen (KMDM), gerakan menanam 1 milyar pohon/obit (one billion indonesian trees), program kebun bibit rakyat (KBR), perempuan menanam dan pelihara pohon (PMP2) dan yang paling populer adalah pohon pengantin (wedding trees) dan program jasa lingkungan, hari menanam pohon indonesia (HMPI), sekolah hijau (green school) serta kecamatan hijau (green distric).(flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut