Dishub Siap Tertibkan ‘’Pak Ogah’’

SIAPKAN PENERTIBAN : Dinas Perhubungan dan tim gabunagn menyiapkan penertiban terhadap warga yang turun ke jalan untuk mengatur lalu lintas atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Ogah.  (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dinas Perhubungan rupanya terus memantau aksi warga masyarakat yang turun ke jalan  dan mengatur lalu lintas. Warga yang turun mengatur jalan ini dikenal dengan sebutan Pak Ogah. Agar aksi ini tidak terus berkembang dan jumlahnya bertambah banyak, Dinas Perhubungan tidak hanya mengevaluasi keberadaan Pak Ogah ini. Tetapi menyiapkan tindakan penertiban untuk menertibkan warga yang turun mengatur lalu lintas di jalan. ‘’Itu sedang kita bahas bersama tim kamseltibcar. Kita akan tertibkan itu,’’ ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, M Saleh.


Petugas tentunya punya ketentuan untuk melakukan penertiban. Antara lain, warga atau Pak Ogah itu disebut tidak punya kemampuan untuk mengatur lalu lintas. Sehingga jelas tidak memiliki kualifikasi untuk turun ke jalan mengatur lalu lintas. ‘’Mereka ini beda-beda orang dan memakai kostum tertentu. Itu bukan kostum parkir yang dipakai,’’ katanya.


Soal banyak warga masyarakat yang merasa terbantu dengan aksi Pak Ogah ini, Saleh memahaminya dan memang mendengar cukup banyak testimoni warga masyarakat. Tetapi warga yang turun ke jalan ini tidak punya kemampuan mengatur lalu lintas. ‘’Masa mobil ambulans dia setop juga. Itu contoh-contoh kecil yang ada,’’ ungkapnya.
Keberadaan Pak Ogah saat ini cukup banyak di temukan. Antara lain di Gebang, Pagutan, di depan Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) Jalan Gajah Mada, Jalan AA Gede Ngurah, lalu di Rembiga dan Jalan Dakota. Mereka ini beraksi mengatur jalan dan menunggu keihlasan pengendara memberikan uang. Namun tidak semua pengendara yang memberika mereka uang. ‘’Mereka ini kan tidak hanya ada saat kendaraan padat. Tapi juga saat landai mereka ada. Mereka hanya menunggu dikasi rezeki,’’ terangnya.

Baca Juga :  Enam Pelamar PPPK Guru di Mataram Tidak Lulus Seleksi Administrasi


Saleh memastikan akan mengevaluasi keberadaan Pak Ogah di Kota Mataram. Karena Dinas Perhubungan kata dia tidak gegabah dengan memberikan tanggungjawab mengatur lalu lintas kepada bukan petugas yang ditunjuk. Pengatur lalu lintas kata dia sudah jelas. Selain petugas kepolisian juga dari Dinas Perhubungan. ‘’Seperti yang di dekat Ummat itu kan selalu dua di sana. Itu kita kawal juga dititik rawan padat. Sebenarnya kan kita tidak macet tetapi kita kepadatan lalu lintas dan itu menunjukkan kota berkembang memang seperti itu,’’ jelasnya.


Penertiban Pak Ogah kata dia tinggal menunggu waktu. Karena selain ketentuan dilarang, keberadaannya akan semakin banyak dan berkembang. Pemerintah bersikap untuk mengatasi ini. ‘’Sudah ada rapat evaluasinya, mungkin besok atau kapan penertibannya. Pokoknya dia tidak pas ditugaskan di sana. Orang yang mengatur lalu lintas itu punya pendidikan sendiri dan ada kualifikasinya,’’ tegasnya.
Pemerintah juga berupaya mencarikan solusi, Dinas Perhubungan turun menggandeng Dinas Sosial. Salah satu solusinya, Dinas Perhubungan menawarkan lokasi titik parkir untuk dikelola. ‘’Tapi mereka belum mau. Ini nanti sama saja jatuhnya dengan penertiban yang dilakukan oleh Dinas Sosial kepada pengemis maupun anjal. Makanya nanti kita tertibkan,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  BKD Buktikan Kebocoran Pajak Restoran sampai 95 Persen


Keberadaan Pak Ogah ini oleh sebagian masyarakat cukup diterima. Warga pun ada yang tidak mempersoalkan keberadaan mereka. Terhadap penertiban yang disiapkan pemerintah, warga meminta pemerintah juga memberikan solusi jika memang melakukan penertiban. ‘’Misalnya di titik yang rawan macet yang mereka jaga itu. Kalau setelah ditertibkan apa upaya dishub di sana. Memangnya mau dishub menempatkan petugasnya di tempat yang mereka sekarang,’’ kata Santi, salah seorang warga Mataram. (gal)

Komentar Anda