Dishub Dapat Rp 3,3 Miliar untuk Transportasi Desa

TRANSPORTASI : Kondisi jalan menuju Pantai Pink di Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru sudah bagus. Untuk mendukung transportasi, Pemkab melalui Dinas Perhubungan akan mengadakan bus untuk desa-desa terpencil. (Dok/Radar Lombok)

SELONG – Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Timur mendapatkan dana sebesar Rp 3,3 miliar untuk pembelian alat transportasi desa. Dana ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat.

Kepala dinas Perhubungan Lombok Timur, Purnama Hadi mengatakan, dana sebesar Rp 3,3 miliar ini akan dibagi menjadi dua. Sebagian untuk pengadaan tranportasi darat, sebagiannya lagi untuk transportasi laut. Untuk tranportasi darat dinas akan membeli sebanyak empat buah bus yang nantinya akan ditempatkan di desa. “Desa yang akan kita pilih ini merupakan desa-desa yang jauh dari perkotaan dan masyarakat sulit mendapatkan tranportasi,”ungkapnya kemarin.

Dalam penempatan bus ini nantinya, pemerintah akan memprioritaskan desa yang jauh dari jangkauan kota. Seperti Sembalun, Sambelia. dan wilayah Jerowaru. Untuk tranportasi laut, Dinas Perhubungan mengadakan pembelian speedboat sebanyak empat unit. Speedboat atau kapal cepat ini rencanaya akan ditempatkan di Ekas untuk penyangga KEK Mandalika. Selain itu juga, kapal ini akan ditempatkan di Tanjung Luar untuk wisatawan yang menuju Pantai Pink dan lain-lain. “Kemudian dua unit lagi akan ditempat di wilayah utara yang tentunya akan ditempatkan di wilayah yang memang membutuhkan,”ungkapnya.

Untuk pengelolaan ini nantinya, desa yang menerima bantuan ini kemudian harus mengelolanya dengan baik. Sehingga masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan transportasi. Jika desa tidak melakukan pemeliharaan maka nantinya bantuan itu akan dipindah ke desa yang lain.” Contohnya ada kapal bantuan dari pusat yang ditempatkan di Tanjung Luar. Kapal itu tidak terawat dengan baik, maka saya  pindahkan dan kerjasamakan dengan Pokdarwis Labuhan Haji,” katanya.

Menurutnya, transportasi desa ini sebenarnya sudah banyak. Hanya saja sebagaian sudah ditarik karena kurang maksimal digunakan. Sehingga ia berharap trandes yang diberikan  desa ini agar digunaan secara makslimal dan dirawat dengan baik.“ Trandes ini posisinya sudah ditayangkan, dan kita sudah pesan dan survei ke beberapa pembuat untuk pengadaan,” paparnya. (wan)