Disdag NTB Pastikan Harga Bapok Stabil

Disdag NTB Pastikan Harga Bapok Stabil
TINJAU PASAR: Gubernur NTB, DR H Zulkieflimansyah, dengan didampingi Kepala Disdag NTB, Hj Putu Selly Andayani, ketika meninjau ke Pasar Kebun Roek Ampenan, untuk mengecek harga Bapok di pasaran. (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Gubernur NTB, DR H Zulkieflimansyah, dengan didampingi Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi NTB, Hj Putu Selly Andayani, melakukan peninjauan harga-harga kebutuhan bahan pokok (Bapok) ke Pasar Kebun Roek Ampenan, Kota Mataram, Selasa kemarin (8/1).

Menurut Kepala Disdag, peninjauan ini dilakukan, untuk memastikan bahwa harga kebutuhan Bapok pada awal tahun 2019, di pasar-pasar rakyat masih aman dan stabil. Baik itu kebutuhan Bapok mulai dari harga beras, daging (sapi), ayam, cabai, bawang, sayuran, dan lainnya. “Awal tahun 2019 harga masih stabil, terutama Bapok, semua masih stabil. Makanya kami mengajak Pak Gubernur, bahwa harga di pasar masih terjangkau,” tutur Selly Andayani.

Pemantauan sengaja dilakukan di Pasar Kebun Roek, karena di pasar tradisional ini sangat ramai masyarakat yang bertransaksi, dibandingkan dengan pasar-pasar lainnya, termasuk di Pasar Induk Mandalika Bertais, Kota Mataram.

Menurutnya, jika ada lonjakan harga yang terjadi pada Bapok. Maka itu lebih disebabkan karena permintaan dari masyarakat yang cukup tinggi. Namun diyakinkan pihaknya bahwa stok masih aman. Dengan stok yang aman, maka untuk harga apapun bisa tetap terkendali. Hal itu pula yang menjadi perhatian Disdag, bagaiamana mengamankan ketersedian Bapok dan stabilitas harga di pasar.

“Yang menjadi perhatian Disdag, stok itu harus  aman. Kalau stok aman, otomatis harga di pasaran juga stabil. Karena kalau tidak, berarti harga bisa mengalami lonjakan, dan hal itu kita selalu laporan ke pusat setiap hari,” terang Selly Andayani.

Sementara dari beberapa pedagang mengaku, kalua saat ini harga Bapok ada yang mengalami kenaikan, dan juga penurunan. Salah satunya beberapa waktu lalu harga bawang dan cabai melonjak naik. “Harga bawang saja sekarang Rp 30 ribu sampai Rp 32 ribu satu kilonya. Padahal biasanya Rp 25 ribu sampai Rp 26 ribu. Mungkin stoknya yang sedikit di petani,” ujar Suhari, salah satu pedagang bawang dan cabai di Pasar Kebun Roek.

BACA JUGA: Satgas Pangan Temukan Beras Oplosan Beredar di Pasar

Sedangkan Gubernur NTB, DR H Zulkieflimansyah menyampaikan, melihat kondisi pasar yang belum tertata rapi, pihaknya mengimbau dan berharap agar pihak terkait dan seluruh masyarakat dapat menjaga kondisi Pasar Kebun Roek. Namun demikian, dari pantauannya ke beberapa pedagang, harga-harga di pasar dapat dikatakan masih stabil. “Namanya juga mengurusi pasar, gampang-gampang susah. Kadang-kadang ada bangunannya, tapi belum mau didiami. Saya yakin kedepannya akan kita usahakan lebih baik” tuturnya.

Dikatakan Gubernur, ada beberapa keluhan yang disampaikan masyarakat mengenai bahu jalan disekitar pasar, yang dipakai untuk berjualan. Bukan itu saja, beberapa tempat di pasar juga tidak digunakan. Karena itu, los-los pasar yang masih kosong itu kedepannya diharapkan agar dapat dimanfaatkan. “Kita juga melihat ada aset pemerintah, namun ini tidak dipakai. Padahal bangunannya ada. Kita akan segera berkoordinasi dengan pusat,” tandasnya. (cr-dev)