Dipukul Warga Aljazair, Kadus “Ngadu” ke Desak Datu

Ilustrasi Pemukulan
Ilustrasi

GIRI MENANG- Kadus Batu Bolong Desa Batulayar Barat Kecamatan Batulayar, Muhammad Said, tidak terima dirinya dianiaya oleh seorang warga negara asing (WNA) Aljazair, beberapa waktu lalu. Selain tengah diusut oleh polisi, ia dan warga lain mengadu ke LSM Desak Datu (Dewan Sasak Muda Bersatu) kemarin.” Saya tidak terima dia pukul saya karena saya larang ngebor sumur sebelum berkoordinasi dengan kami selaku pemilik wilayah,” ungkap Said kepada wartawan kemarin.

Ia pun menceritakan kronologis kejadian. Bermula dari akan dibangunnya kawasan perumahan di wilayahnya, dimana WNA yang ia tidak sebutkan identitasnya ini adalah bagian dari proyek itu. Warga kata Kadus, menginginkan sebelum ada pembangunan apa-apa pemilik berkoordinasi dengan warga setempat, termasuk harus menyanggupi ketentuan-ketentuan yang ada. Dalam perjalanannya, ada pekerjaan pembuatan sumur bor. Kadus mendatangi lokasi pengeboran dan meminta distop. “Saya minta jangan ngebor dulu. Dia (WNA Aljazair) datang. Sempat keras-kerasan, dia pukul saya sampai jatuh. Anak-anak muda yang sedang main bola yang melihat kejadian itu langsung marah dan menyerang warga asing ini,” ungkapnya.

Ia mengakui kasus ini tengah ditangani oleh Polsek Senggigi dan tengah diproses. Kemarin ia mendatangi ketua Desak Datu Lalu Winengan di Giri Menang dan mengadukan permasalahannya. “ Saya sudah terima pengaduan ini. Kami minta ini diusut,” ungkap Winengan.

Lebih dalam lagi, Winengan meminta identitas warga Aljazair ini ditelusuri oleh pemerintah. Pasalnya dia punya bukti dimana yang bersangkutan bebas memajang fotonya sambil membawa senapan dan lainlain. “ Katanya dia juga ahli karate. Jangan-jangan dia ini spionase atau gimana. Seenaknya saja ngamuk di wilayah orang,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan dari pihak Polsek Senggigi.(git)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid