Dipinjami Laptop Digadaikan, Dipinjami iPhone Malah Dijual

DIAMANKAN: Pelaku penggadai laptop tanpa izin diamankan di Polresta Mataram (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Kelakuan NBY tak patut ditiru. Pasalnya pelaku yang meminjam laptop temannya dengan alasan mengerjakan tugas, malah menggadaikan.

Tidak hanya itu, pelaku juga meminjam HP iPhone, tetapi tanpa sepengetahuan temannnya malah dijual.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa menerangkan bahwa kasus ini terjadi beberapa bulan lalu. Di mana pelaku datang ke kos korban yang ada di Cakra Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram untuk meminjam laptop. Oleh korban kemudian langsung diberikan.

Tak berselang lama pelaku (23) warga Gianyar, Bali ini datang lagi. Kali ini meminjam HP iPhone. Oleh korban diberikan juga. “Mereka ini punya kedekatan. Pelaku punya latar belakang sebagai pekerja di tempat hiburan. Dia pemain DJ  atau main band dan dekat dengan korban sehingga dipercaya begitu meminjam barang tersebut,” kata Kadek Adi, Senin (12/7).

BACA JUGA :  Lima Pelaku Curanmor di Lotim Dibekuk

Selanjutnya, setelah beberapa hari laptop dan HP dipinjamkan,  korban  mencoba mengambil kembali. Akan tetapi, ketika akan diambil, pelaku  selalu berkilah dengan berbagai alasan saat dihubungi. Setelah cukup lama barangnya tidak kembali dan tidak ada iktikad baik dari pelaku, korban kemudian melapor ke polisi. “Korban mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta dan melapor ke Polresta Mataram. Laporan tersebut kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan. Keberadaan pelaku terdeteksi kemarin di salah satu kos-kosan di Cakranegara  dan langsung diamankan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pelajar Diduga Dicabuli Dukun hingga Hamil

Setelah diinterogasi, pelaku mengaku tidak lagi memegang barang korban. Sebab laptop korban sudah digadaikan ke PT Naspen Gadai  sebesar Rp 1,5 juta. Sedangkan HP telah dijualnya kepada seseorang sebesar Rp 4 juta. “Uang tersebut kemudian digunakan pelaku untuk sewa kos dan biaya kebutuan  sehari-harinya selama berada di Lombok,” beber Kadek Adi.

Atas perbuatannya pelaku kini ditahan di Polresta Mataram. Ia dijerat pasal 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun. (der)