Dipicu Kesalahpahaman, Dua Keluarga di Ketare Nyaris Bentrok

KONDUSIF: Dua kelompok warga di Ketare terlibat keributan. Namun polisi berhasil menenangkan massa.(ist)

PRAYA– Dua kelompok warga di Desa Ketare Kecamatan Pujut Lombok Tengah nyaris terlibat bentrok fisik Sabtu malam (12/9).

Keributan antar sesama warga Dusun Dayan Rurung antara keluarga Mamiq SU dengan keluarga Mono berhasil diredam polisi yang langsung terjun ke lokasi. Situasi berhasil dikendalikan.

Keributan ini dipicu peristiwa kesalahpahaman pada sore harinya antara Mamiq Su dengan Mono terkait kepemilikan tiga buah pohon Johar di perbatasan pematang sawah.

Berdasarkan keterangan dari warga ketika Mono hendak menebang satu buah pohon Johar itu, Mamiq Su datang dan mengklaim bahwa pohon tersebut miliknya. Selanjutnya terjadi percekcokan antar kedua belah pihak. Paska cek-cok itu berkembang isu jika Mamiq Su sempat dipukul dengan tangan kosong.Mendengar isu adanya pertengkaran tersebut kedua belah keluarga berkumpul dengan mempersenjatai dengan tombak dan senjata tajam.

Bhabinkamtibmas setempat bersama kepala desa segera menenangkan warga dan mengimbau agar warga menahan diri. Situasi berhasil dikendalikan. ” Sementara situasi masih dalam kondusif laporan lengkap menyusul,” tulis Bhabinkamtibmas dalam laporannya. (rl)