Diperkirakan Muncul Awal Maret, Bau Nyale di Kaliantan Lombok Timur Dilarang Berkerumun

Aktivitas Bau Nyale di Kaliantan Lombok Timur, beberapa tahun lalu. (DOK/RADAR LOMBOK)

SELONG–Tradisi Bau Nyale tidak hanya di Lombok Tengah, tetapi juga di Lombok Timur. Tepatnya di pantai selatan Kaliantan, Kecamatan Jerowaru. Diperkirakan Nyale muncul awal Maret 2021.

Namun karena masih pandemi covid-19, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengingatkan agar masyarakat tidak berkerumun. “Mengingat ikhtiar pemerintah belum berhenti dalam melakukan pencegahan penyebaran covid-19, maka kerumunan dilarang,” kata Sekretaris Daerah Lombok Timur H. M. Juaini Taofik, Jumat (19/2/2021).

Juaini mengaku pihaknya memahami bahwa Bau Nyale dilakukan setiap tahun, tetapi sudah pasti kalau dilaksanakan saat ini akan terjadi kerumunan. “Jadi bukan Bau Nyale yang kita larang, tapi masyarakat yang berkerumun itu yang dicegah karena kita masih dalam kondisi pandemi,” jelasnya.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim ini menambahkan, setiap potensi kegiatan masyarakat yang menyebabkan kerumunan yang tidak terkendali, pasti akan diupayakan langkah-langkah penegakan, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. “Kita melakukan pencegahan untuk kegiatan Bau Nyale ini sebenarnya untuk masyarakat, bukan untuk pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Jerowaro Mustiarep mengatakan, pihaknya belum menerima surat dari pemerintah terkait larangan Bau Nyale. Tetapi menurutnya, pemerintah bukan melarang Bau Nyale, tetapi kerumunan saja. “Sampai saat ini kita belum menerima surat dari pemda,”ujarnya.

Menurutnya, dalam pelaksanaan Bau Nyale ini yang paling dihindari sebenarnya adanya masyarakat yang membuat tenda di pinggir pantai, karena ketika ada tenda dan orang bejualan di pinggir pantai, tentunya menimbulkan kerumunan. “Saya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, secepatnya saya akan datangi tokoh masyarakat menanyakan kapan Bau Nyale ini, dengan demikian, kita bisa bisa tentukan sikap dan berkoordinasi dengan muspika,”paparnya. (wan)