Dinas PU Tangani RSUD Hingga Penataan Senggigi

I Made Arthadana (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG- Lombok Barat resmi akan mengajukan pinjaman (utang) senilai Rp 150 miliar untuk melaksanakan proyek-proyek infrastruktur tahun 2020. Dari total pinjaman, sebagian besar digunakan untuk pembangunan proyek yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lombok Barat.

Dari skema yang ada, utang akan digunakan untuk membiayai beberapa proyek utama yakni pembangunan gedung ICU RSUD Tripat Gerung, penataan objek wisata, dan pembangunan serta penambahan fasilitas RS Pratama Awet Muda Narmada. Yang menyedot anggaran paling besar adalah RSUD Tripat mencapai sekitar Rp 115 miliar dan akan dikerjakan oleh Dinas PU Lombok Barat. β€œ RSUD kita yang kerjakan. Untuk penataan Senggigi nilainya Rp 22,6 miliar, sebanyak Rp 2,6 miliar juga masuk PU yang kerjakan. Untuk rumah sakit kita berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dari sisi teknisnya,” ungkap Kepala Dinas PU Lombok Barat, I Made Arthadana, kepada Radar Lombok, Rabu (4/12).

Untuk Senggigi, akan dilakukan penataan titik-titik wisata di sepanjang jalan utama Senggigi dari perbatasan dengan Kota Mataram hingga perbatasan dengan Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dari catatan yang ada, kurang lebih ada delapan titik objek wisata di sepanjang jalan itu yang akan mendapat sentuhan. Mulai dari kawasan wisata Tanjung Bias Meninting, Makam Batulayar, Pura Batubolong, Senggigi inti, Kerandangan dan seterusnya. β€œItu dominan Dinas Pariwisata yang kerjakan. Sementara PU nanti akan buat gerbang besar baik di perbatasan Mataram maupun di perbatasan KLU,” tambah Made.

Masing-masing titik wisata itu dikelompokkan sesuai tema masing-masing. Ada tiga tema yang ditetakan : tema kuliner, tema reliji dan tema pesisir. Nantinya bangunannya akan menyesuaikan dengan tema masing-masing.(git)