Dinas Perdagangan Klaim Harga Bapok Stabil

BAZAR RAMADAN: Asisten II Setprov NTB, Chaerul Mahsul, bersama Kadis Perdagangan NTB, Hj. Selly Andayani, saat memantau pelaksanaan pasar murah di arena Bazar Ramadhan, Islamic Center, Sabtu (3/6) (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj. Selly Andayani mengklaim harga bahan pokok (Bapok) hingga hari ke 9 Ramadan 1438 Hijriyah masih dalam kondisi stabil.

Selain relatif tidak terjadi kenaikan harga secara drastis, stok untuk berbagai Bapok juga dipastikan aman di seluruh distributor di NTB. “Harga bahan pokok relative stabil, meski ada kenaikan, tapi tidak terlalu berlebihan,’ kata Selly Andayani, Minggu kemarin (4/6).

Menurut Selly, selama puasa Ramadhan 1438 Hijriyah ini kenaikan harga sejumlah bahan pokok tak bisa dihindari. Hanya saja, pada bulan puasa Ramadhan kali ini tidak sampai kenaikan harga membuat heboh dan resah masyarakat selaku konsumen.

Bahkan kecenderungan hingga hari ke 9 puasa Ramadan sejumlah Bapok selain ada kenaikan harga sedikit, ada juga Bapok yang cenderung turun, seperti cabai. Sementara sejumlah Bapok lainnya seperti bawang putih, setelah ada pasokan dari Jatim yang dilakukan oleh Perum Bulog Divisi Regional NTB mulai berangsur turun dan normal kembali di pasaran.

Berbagai kebutuhan pokok yang mendasar bagi masyarakat di bulan puasa Ramadhan ini seperti beras, minyak goreng, daging ayam, bawang merah, bawang putih, telur ayam ras dan lainnya, harga di pasaran tidak terjadi gejolak. Dimana berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional seperti di Pasar Induk Mandalika, harga jual pedagang untuk bawang putih senilai Rp 38 ribu/kg, telur ayam Rp37 ribu /terai. Begitu juga dengan harga jual untuk daging ayam ras Rp36 ribu/kg.

Selain itu lanjut Selly, untuk memastikan harga Bapok stabil tidak terjadi kenaikan yang berdampak terhadap gejolak ditengah masyarakat, Dinas Perdagangan Provinsi NTB bersama distributor juga secara intens menggelar pasar murah di seluruh kabupaten/kota yang dipusatkan di lokasi masyarakat padat penduduk, diutamakan di perkampungan padat penduduk yang basis kurang mampu lebih banyak.

Selain itu juga Dinas Perdagangan Provinsi NTB bersama distributor yang ada di Kota Mataram menggelar pasar murah setiap hari di halaman kantor Dinas Perdagangan NTB khususnya 4 jenis bahan pokok, seperti telur, minyak goreng, beras dan gula. Begitu juga di arena pameran bazaar Islamic Center (IC) untku Rabu dan Sabtu pagi diadakan pasar murah juga melibatkan distributor bahan pokok.

BACA JUGA :  UUS Bank NTB Bidik Lembaga Pendidikan

Dengan berbagai antisipasi dan kesiapan bahan pokok selama puasa Ramadhan dan lebaran Idhul Fitri 1438 Hijriyah, Selly menginginkan masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terkait stok dan harga berbagai bahan pokok tersebut. Masyarakat juga tidak perlu panik dengan cara membeli sesuai kebutuhan, serta tidak memborong dalam jumlah besar.

Karena jika masyarakat membeli dalam jumlah besar, maka justeru bisa berdampak terhadap kenaikan harga, dan itu lumrah sebagai dampak psikologis dan hukum pasar. Sehingga masyarakat hendaknya membeli sesuai kebutuhan. Terlebih Dinas Perdagangan NTB dan kabupaten/kota secara rutin dalam puasa Ramadan hingga Lebaran akan gencar menggelar pasar murah.

“Kalau harga naik masih diambang batas, itu kan wajarlah karena efek dari Hari Raya. Yang utama adalah kepastian ketersediaan bapok yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat itu yang utama,” ucapnya.

Sementara Branc Manager Giant Express, Made Putra mengatakan, bahwa stok untuk minyak goreng kemasan khsus yang dijual seharga Rp11 ribu/liter sesuai ketentuan harga eceran tertinggi (HET) dari Menteri Perdagangan (Mendag) RI secara umum masih stok standby setiap hari.

Selain menyiapkan stok untuk minyak goreng aman, Giant Expres Panji Tilar ini juga menyiapkan kebutuhan pokok lainnya seperti telur ayam ras, daging ayam  dan lainnya. Untuk daging ayam Giant Expres menjual seharga Rp32 ribu/kg, telur ayam Rp39 ribu/terai.

Marcom Indomart Bali –NTB, Cahyono juga memastikan stok bahan pokok khususnya minyak goreng di seluiruh outlet Indomart yang ada di Provinsi NTB tetap disuplai. Khususnya minyak goreng yang ditentukan HET nya oleh Mendag yakni Rp11 ribu/liter. “Untuk minyak goreng kemasan khusus dengan harga jual Rp11 ribu/liter itu tetap aman di seluruh outlet Indomart,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Corporate Communication (Corcom) Regional IV Jatim, Bali Nusra Alfamart, Amey Dwi Pramesti mengatakan, bahwa suplai untuk minyak goreng kemasan khusus yang dijual seharga Rp 11 ribu/liter sudah mulai normal ada di seluruh outlet Alfamart di NTB.

Hanya, saja pembelian masyarakat di batasi, yakni setiap orang hanya boleh membeli 1 liter/kemasan saja perharinya. “Karena suplai terbatas, makanya setiap hari itu hanya ada 1 karton untuk setiap outlet. Karena dari supplier memberinya sedikit,” pungkasnya. (luk)