Dinas Pariwisata Lobar Fasilitasi Sertifikasi Room Boy dan Room Maid

Koordinator Pengembangan Destinasi Area II Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Meliana (DISPAR LOBAR FOR RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG–Sebanyak 20 orang petugas kebersihan kamar atau room boy dan room maid mengikuti uji kompetensi untuk sertifikasi yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

Kegiatan sertifikasi ini merupakan salah satu langkah Dispar dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang industri pariwisata dalam bidang pengelolaan pariwisata yang lebih profesional lagi.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dispar Lobar, Hj. Yohana pada saat pembukaan kegiatan sertifikasi Room Boy and Maid di Hotel Puri Saron Senggigi, Kamis (18/3/2021) kemarin.

Lebih lanjut Hj. Yohana mengatakan, industri pariwisata merupakan sektor industri yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam hal kesempatan kerja, pendapatan dan dalam mengaktifkan sektor lainnya yang mendukung industri pariwisata itu sendiri. “Maka perlu disiapkan SDM yang berkualitas khususnya yang berkaitan dengan departemen housekeeping. Salah satu yang menjadi perhatian Dispar adalah tenaga Room Boy dan Room Maid. Dan untuk bisa menunjang semua itu perlu diadakan uji kompetensi dan sertifikasi ini untuk SDM pariwisata terutama bagi Room Boy dan Room Maid,” kata Yohana dalam rilis Dispar Lobar yang diterima Radar Lombok.

BACA JUGA :  Lima Belas Negara Kunjungi Wisata Lombok Tengah

Sementara itu, Koordinator Pengembangan Destinasi Area II Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Meliana, dalam kesempatan itu mengatakan Kemenparekraf pada tahun 2020 sudah mengeluarkan beberapa pedoman. Di antaranya adalah CHSE untuk sektor hotel dan restoran yang dapat dijadikan pedoman aplikasi dalam keseharian selama pandemi covid-19 masih berlangsung. “Kita harus bisa mengambil sisi positifnya. Dengan adanya pandemi ini kita lebih disiplin dalam menerapkan kebersihan dan kesehatan terutama yang bergerak di bidang perhotelan,” jelas Meliana.

Untuk bisa mendapatkan ilmu bagaimana menerapkan protokol kesehatan tentu sudah banyak yang memberikan, tapi yang paling sulit adalah untuk mempertahankan dan mengaplikasikan apa yang sudah didapat. Meliana berkeyakinan jika kita semua akan bisa menerapkan hal tersebut akan dapat menjadi point plus bagi para tamu. “Semoga ke depannya perkonomian di Lombok Barat bisa kembali pulih seiring dengan berakhirnya pandemi covid-19 mendatang,” harap Meliana.

BACA JUGA :  Tarif Pantai Pink Mahal, Dewan Anggap Memalukan

Di tempat terpisah, Ketut Okka Arijasa salah seorang Asesor Kompetensi dari LS Bina Kompetensi NTB mengatakan, kegiatan kompetensi bagi tenaga Room Boy dan Room Maid kali ini lebih kepada memberikan satu penguatan kepada para Room Boy dan Room Maid dengan harapan ke depannya akan lebih berkompeten di bidangnya masing-masing.

Dia juga berharap agar semua karyawan hotel harus memiliki sertifikat profesi ini, karena diharapkan nantinya para karyawan hotel akan menjadi karyawan profesional terutama di bidang mereka masing-masing. “Uji kompetensi ini merupakan salah satu tolak ukur pengakuan kepada mereka secara profesional terutama terkait dengan bidangnya mereka. Dengan profesionalisme itu diharapkan kualitas dari sebuah hotel sudah pasti akan bisa dijamin, lebih-lebih kita akan menyongsong era milenial ini,” harapnya. (*/RL)