Dinas ESDM NTB Pastikan Izin PT AMG Masih Berlaku

Dinas ESDM NTB Pastikan Izin PT AMG Masih Berlaku

MATARAM – Izin penambangan  pasir besi milik PT Anugerah Mitra Graha (AMG) di  Kabupaten Lombok Timur  hingga saat ini masih berlaku.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, H Muhammad Husni mengatakan, PT AMG telah mengantongi izin dari Pemkab Lombok Timur jauh sebelum adanya aturan peralihan kewenangan perizinan penambangan dari kabupaten/kota kepada provinsi.  Peralihan kewenangan inipun  tidak serta merta membatalkan izin yang sudah ada sebelumnya.“Izin penambangan pasir besi oleh PT AMG itu tetap masih berlaku sampai sekarang,” kata  Husni  kepada Radar Lombok  Kamis kemarin (2/11).

Sepanjang izin itu belum dicabut maka  tidak ada masalah dan tetap berlaku. Begitu juga dengan proses produksi hingga penjualan juga bisa dilakukan. “PT AMG tidak perlu mengajukan izin baru, karena mereka sudah pegang izin yang sah. Jadi tidak perlu memperbaharui izin ke Pemprov NTB,” jelas Husni.

Setelah pengalihan kewenangan izin usaha pertambangan (IUP) dari kabupaten/kota kepada pemerintah provinsi, pihaknya kata Husni, tetap melakukan pengawasan dan pemantauan di lapangan. Terlebih lagi, izin yang dipegang oleh PT AMG mulai dari produksi hingga penjualan berlaku selama 20 tahun.“Produksi penambangan masih tergolong baru dimiliki PT AMG, jadi izinnya itu masih berlaku hingga sampai 20 tahun kedepan sejak mulai menerima IUP dari Pemkab Lombok Timur,” jelasnya.

Husni mengaku hingga sekarang ini belum ada dari pihak Polda NTB yang bersurat untuk memanggil pihak Dinas ESDM Provinsi NTB terkait pengusutan penambangan pasir besi oleh PT AMG. Kendati demikian, Husni menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh Polda NTB.

Aktivitas penambangan pasir besi oleh PT AMG  di Ijobalit, Lombok Timur tengah diusut Polda.

Sejumlah pejabat  Pemkab Lombok Timur telah dimintai klarifikasinya, termasuk Sekda Lotim H Rohman Farly dan Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Perizinan Dinas Penamanan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Lotim Muslihudin Khair diklarifikasi Polda NTB.

Rohman Farly menjelaskan,  penyidik menanyakan  seputar pengangkutan material pasir besi oleh PT AMG pada bulan September 2017. Menurutnya, izin yang dimiliki oleh PT AMG mulai berproses sejak tahun 2009. PT AMG disebutnya telah memiliki izin lingkungan dan izin Amdal maupun izin usaha pertambangan. Namun ia  memastikan, bahwa permasalahan yang ada saat ini hanya berkaitan dengan pengangkutan pasir besi pada bulan September 2017. ” Ini soal pengangkutan bulan September itu saja,” pungkasnya. (luk)