Dimutasi, 65 Kepsek Diturunkan Jadi Guru Biasa

65 Kepsek Diturunkan Jadi Guru Biasa
DISUMPAH: Ratusan Kepsek disumpah dan diambil janjiny adalam mutase yang dilaksanakan, Rabu kemarin (10/1). (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Mutasi kepala sekolah (Kepsek), Rabu kemarin (10/1) berlansung lancar. Dalam mutasi itu tercatat sebanyak 65 Kepsek diturunkan jabatannya sebagai guru biasa.

Kala pengambilan sumpah jabatan dan pelatikan kepsek baru, ada sekitar 153 yang diambil sumpahnya. Prosesi mutasi dilaksanakan di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB.

Prosesi mutasi dipimpin oleh Sekda NTB, H. Rosiadi Sayuti. Yang bersangkutan langsung bertindak melantik dan mengambil sumpah jabatan kepsek yang dimutasi.

BACA : Hanya 150 Kepsek Dimutasi, Guru Menyusul

“Kami harap 65 Kepsek ini jangan merasa dizalimi gara-gara dibebastugaskan menjadi guru biasa,” katanya, dalam sambutannya seusai melantik.

Disebutnya, jumlah Kepsek yang dilantik sekaligus diambil sumpah janjinya itu berdasarkan aturan yang sudah ditentukan. Pasalnya dari 153 Kepsek yang dilantik, 59 orang yang dimutasi dan 94 orang dipromosi menjadi Kepsek dengan syarat sudah dinyatakan lulus dan pernah ikut Diklat.

Adapun bagi Kepsek yang dibebastugaskan menjadi guru biasa juga didasari oleh pertimbangan-pertimbangan yang sudah disepakati bersama.  Dilakukannya penyegaran di jajaran dinas pendidikan disebutnya menjadi keharusan setiap daerah. Praktis, tidak perlu ada yang menyesali prosesnya.

Justeru penyegaran ini, terangnya, harus disambut gembira. Lantran semua ini akan berimbas terhadap perkembangan dunia pendidikan kedepan. “Tidak perlu kita sesali proses mutasi ini. Karena inilah bentuk penyegaran yang kita tunggu untuk pendidikan yang lebih berkulitas,” lanjutnya.

Memajukan sebuah negara, sebutnya, salah satunya harus lewat dunia pendidikan. Begitu juga memajukan ekonomi harus melalui penjaminn mutu pendidikan.

Dia juga mengingatkan para Kepsek yang sudah dilantik. Tanggung jawab Kepsek sangatlah banyak dan cukup berat. Seorang Kepsek diwajibkan membuat kualitas pendidikan lebih meningkat di tempat bertugas.

Indikator sebuah sekolah semakin maju dibawah kepemimpinan Kepsek, jelasnya, salah satunya adalah lulusan sekolah bersangkutan bisa diterima perguruan tinggi ternama. “Tugas guru dan Kepsek itu tidak main-main, makanya kita butuhkan Kepsek yang punya komitmen tinggi memajukan dunia pendidikan di NTB,” tambahnya.

Senada, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB H Muhammad Suruji mengungkapkan, sesuai keputusan bersama di internal pihaknya, jumlah Kepsek yang dimutasi murni kebutuhan dunia pendidikan di NTB. Mutasi ini juga disebutnya tidak ada kaitannya dalam rangka momentum apapun. Baik dari 94 orang yang promosi jadi Kepsek, 59 orang Kepsek yang dipindah atau mutasi dan 65 orang yang dijadikan guru biasa. 

“Kalaupun ada yang merasa tidak puas atau merasa dizalimi dengan keputusan ini, silahkan saja. Keputusan ini bukan keputusan Dikbud NTB saja, tapi melewati berbagai penilaian dan perhitungan yang matang,” ucapnya.

Adapun bagi Kepsek yang dibebastugaskan menjadi guru biasa, disebutnya hal itu karena ada alasan dasarnya. Diantaranya, jumlah yang 65 itu, 15 orang disebabkan prestasinya yang rendah, 2 orang mengundurkan diri, 2 orang pensiun dan sisanya disebabkan oleh masa jabatan sudah dua periode. Dengan demikian harus disegarkan keberadaan sekolah yang pernah dipimpinnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 8 Mataram yang dilantik jadi Kepala SMAN 2 Gerung Abdul Khalik menyatakan, keputusan yang diterimanya itu adalah keputusan terbaik dari atasan. Dia mengaku tidak mempersoalkan kondisinya yang dipindah ke Gerung Lombok Barat. 

Katanya, jika bicara harapan tempat tugas, dia menginginkan SMA di seputaran Mataram. Namun karena persoalan ini tidak bisa diputuskan sendiri, akhirnya apapun keputusan itu diterima.

Menurutnya, dimanapun tempat tugas semuanya sama. Yakni untuk bekerja secara profesional dan bertanggung jawab. (cr-rie)