Diminta Kerja Profesional tapi Gaji Tak Diperhatikan

RESMIKAN: Wabup Lalu Pathul Bahri saat meresmikan Gedung Nursing Center Praya DPD PPNI, Sabtu (22/7) (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Wakil Bupati Lombok Tengah L Pathul Bahri meminta seluruh perawat tetap bekerja maksimal.

Permintaan itu disampaikan Pathul saat peresmian Gedung Nursing Center Praya DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lombok Tengah, Sabtu (22/7). Disampaikan, perawat harus mengedepankan sikap yang ramah dan murah senyum kepada para pasien dan keluarganya.  Karena masalah pelayanan adalah yang paling utama harus diberikan kepada masyarakat. Karena kondisi saat ini banyak para perawat kalah ramah dengan para pelayan di supermarket dalam melayani masyarakat. “Kalau di supermarket para pegawainya sangat ramah. Sehingga saya berharap agar para perawat juga mengikuti itu dengan murah senyum serta ramah kepada siapapun,” imbuhnya.

Disampaikan juga bahwa tidak jarang ada protes masuk terkait pelayanan perawat yang tidak ramah. Di mana seharusnya, perawat bisa besabar dalam menjalankan tugasnya menghadapi para pasien. “Jadi kalaupun gajinya kecil tapi perawat tetap harus ramah karena perawat merupakan tugas yang mulia,” ucapnya mengingatkan.

Pathul lantas menganalogikan tugas seorang perawat sama dengan para guru dan perofesi mulia lainya. Dia membayangkan, jika saja tidak ada perawat maka tidak akan bisa berjalan segala aktivitas. Karena antara perawat dengan pekerjaan yang lainya selalu bersinergi.  “Kalau saja guru ngaji sakit dan dirawat, maka setelah sembuh akan mengajar lagi sehingga pahala guru itu sama dengan perawat,” paparnya.

Namun, pihaknya mengakui bahwa saat ini perhatian pemerintah daerah terhadap gaji perawat dirasa masih sangat kurang. Hal tersebut disebabkan karena anggaran di daerah untuk saat ini lebih banyak diarahkan kepada pembangunan infrastruktur, jalan-jalan desa yang juga sangat urgen untuk segera diselesaikan. “Kalau jalanya sudah bagus kan perawat juga bisa dengan santai menggunakan kendaraannya. Jadi, jalan kita yang mulus juga bisa dirasakan manfaatnya oleh para tenaga perawat, sehingga untuk gaji ya diharapkan agar sama-sama kita bersabar,” tambahnya disambut gelak tawa dari para perawat dan tamu undangan lainya.

Pathul juga berpesan, keterbatasan gaji yang diterima perawat jangan sampai dijadikan alasan untuk tidak perofesional dalam melayani masyarakat. Karena kedepan pihaknya berjanji akan mengedepankan juga kesejahteraan rakyat. Terlebih saat ini banyak gebrakan baru yang nantinya akan menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD).  “Meskipun PAD kita tinggi tapi kan untuk kita membuat jalan yang mulus. Kantor bupati saja masih jelek tapi kita harus sabar karena saat ini kita lebih fokus untuk infrastruktur jalan agar masyarakat dalam berkendara bisa nyaman,” tutupnya.

Imbauan sama juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Omdah. Dia mengaku, selalu mengingatkat perawat agar memberikan pelayanan maksimal. “Pelayanan harus diutamakan, setidaknya dengan ramah tamah para perawat yang ada,’’ imbuhnya.

Kurangnya perhatian pemerintah terhadap perawat ini ditanggapi Ketua DPD PPNI Lombok Tengah HL Najmul Erfan, pemda belum bisa memberikan perhatian kepada perawat meski berprestasi selama ini. ‘’Bisa dibilang perhatian pemerintah tidak ada, terutama bagi yang berprestasi,’’ katanya. (cr-met)