Setelah Diluncurkan, BRT Justru Hilang

HILANG : Setelah diluncurkan beberapa waktu lalu, tidak ada bus yang berhenti mengangkut dan menurunkan penumpang di halte di Jalan Saleh Sungkar Ampenan (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM– Setelah diluncurkan beberapa waktu lalu, Bus Rapid Transit (BRT) sebagai salah satu angkutan massal di Kota Mataram justru hilang. Warga kesal lantaran berjam-jam menunggu di beberapa halte yang memang khusus dibuat untuk operasional bus ini.

Sebanyak 25 unit bus ditunggu melintas namun tak kunjung muncul. Banyak orang tua yang mengantar anaknya sekolah lewat halte dengan harapan bus muncul, namun ternyata bus tak nampak-nampak. 

Salah satu warga, Muhammad  Hamdi, mengaku kecawa atas peluncuran BRT ini. Beberapa kali ia bangun bangun pagi-pagi, bergegas mengantar anaknya sekolah dan menunggu bus di halte Jalan Saleh Sungkar. Anaknya sekolah di SMPN 2 Mataram. “ Kita kecewa. Mana bus yang 25 itu. Terpaksa anak kita pakai ojek,” kesalnya kemarin.

Selain halte, ada juga keterangan “stop bus” bagi penumpang yang tidak menunggu di halte. Namun sampai sore hari tidak ada bus melintas. Warga berharap Pemkot melakukan evaluasi terhadap keberadaan bus tersebut.  Karena hal ini sudah menjadi keharusan pemerintah baik pusat dan daerah untuk menyiapkan sarana dan prasarana transportasi yang akan menunjang aktivitas masyarakat, khususnya para pelajar.Ia berharap BRT yang merupakan program Kementerian Perhubungan bisa beroperasi secara berkesinambungan.

BACA JUGA :  Alasan Keselamatan, Sopir BRT Diliburkan

Warga lainnya, Abdullah, juga berharap pemerintah betul-betul serius merespon harapan masyarakat. BRT ini sangat penting terutama untuk pelajar, juga untuk mengurai kemacetan. Di Jalan Pejanggik misalnya yang sering macet karena parkir kendaraan jemputan saat pulang sekolah. Ia kecewa karena bus belum ada yang nongol di setiap halte.

Terpisah, Kepala Dishubkominfo Kota Mataram H. Khalid mengakui kondisi yang ada. Terkait dengan jalur serta penumpang, sepenuhnya dikelola Damri untuk melakukan sosialisasi. “ Kalau kita, khusus subsidinya untuk pelajar, kita harapkan ini para pelajar bisa memanfaatkan. Untuk pelajar akan kita gratiskan, kita akan subsidi, bukan gratis tapi dibayar Pemda,” lanjutnya.

Ia berharap BRT yang terdiri atas empat koridor tersebut melewati jalur yang telah ditentukan. Jalur yang lalui memang jalur  padat pelajar. Hal ini dibuat untuk memudahkan para pelajar di Mataram dalam menuju sekolah. “Kita serahkan sementara, kita belum tahu 2017 akan dikelola siapa. Sebanyak 25 bus tersebut dikelola sementara di Damri,” singkatnya. (dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaTidak Sesuai Spek, Roti Biskuit Ditolak
Berita berikutnyaDewan Dukung Moratorium UN