Dikumpulkan, Tiga Mantan Kepsek Tidak Hadir

TANJUNG--Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Suardi bersama Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) KLU, Suhrawardi mengumpulkan sejumlah mantan kepala sekolah (kepsek) di ruang sekda, Senin kemarin (19/9) guna meminta komitmen menandatangani ijazah SMA/SMK yang terlanjur keliru karena ditandatangani kepsek baru.

Namun dari total 12 mantan kepsek SMA/SMK, hanya sembilan yang hadir, tiga di antaranya tidak hadir. “Ada tiga yang tidak hadir, saya cari yang tiga orang itu,” tegas Suhrawardi.

Suhrawardi menerangkan, dari sembilan mantan kepsek yang hadir, sudah ada komitmen atau kesepakatan untuk melakukan penandatanganan ijazah SMA/SMK yang keliru termasuk yang belum ditandatangani. Pihaknya sendiri sudah memberikan pemaparan hukum, bahwa tidak ada masalah melakukan penandatanganan meskipun sudah tidak lagi mendapatkan tugas tambahan sebagai kepsek, karena sesuai aturan, yang menandatangani itu adalah kepsek yang bertugas pada saat pengumuman kelulusan UN SMA/SMK pada 7 Mei 2016, bukan kepsek yang baru bertugas berdasarkan SK per 17 Juni 2016. “Jadi sudah sepakat segera menyelesaikan dan menandatangani, karena (ijazah) sudah siap di kantor,” jelasnya.

Rencananya kata Suhrawardi, para mantan kepsek akan melakukan penandatanganan ijazah SMA/SMK hari ini (20/9), dan segera akan dibagikan ke siswa/siswi. Namun dengan catatan, 689 ijazah yang terlanjur keliru tersebut sudah ditarik untuk dimusnahkan. “Karena tidak boleh ada dua ijazah beredar, kita tarik dulu baru kita serahkan,” terangnya.

Selanjutnya berkaitan dengan ijazah SMP, hari ini, seluruh mantan kepsek SMP yang sudah dimutasi juga akan dikumpulkan untuk meminta komitmen penandatanganan sebanyak 2.253 ijazah. SMP sendiri kata Suhrawardi belum ada yang ditandatangani oleh kepsek baru, sehingga tidak diperlukan blangko ijazah pengganti. Beda halnya dengan Ijazah SMA/SMK yang terlanjur ditandatangani sebanyak 689 ijazah. (zul)