Dikpora Selamatkan SMPN 7 Praya

H Summum (Saparudin/Radar Lombok)

PRAYA—Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Lombok Tengah punya ide baru menyelamatkan SMPN 7 Praya. Sekolah ini sudah empat  tahun tidak mengalami perkembangan.

“Kita sudah miliki ide baru untuk meyelamatkan SMPN 7 Praya,” kata Kabid Dikdas Dikpora Loteng, H Summum, kepada Radar Lombok, Senin (21/11) kemarin.

Menyelamatkan sekolah ini lanjutnya, merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan. Diharapkan, dengan ide tersebut, keberadaan SMPN 7 bisa diselamatkan dan bisa mengejar ketertinggalannya dari sekolah lainnya.

Adapun ide tersebut, yakni, dalam penerimaan siswa baru di tahun 2017 mendatang, pihaknya akan menerapkan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Standar ini diterapkan terutama dalam menempatkan jumlah siswa dalam rombongan belajar (Rombel).

Dimana dalam SNP, jelasnya, sekolah boleh menempatkan siswa satu rombel 32 orang. Sebab selama ini sejumlah sekolah, khususnya sekolah favorit di Kota Praya, masih menggunakan Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni per rombel berisikan 36 siswa.

Selain itu, penerimaan jumlah rombel juga dibatasi. Dimana sekolah favorit diberikan batas penerimaan, minimal satu sekolah 9 rombel. “Di SMPN 1 Praya contohnya, jumlah siswa untuk kelas 1 saja diatas 9 rombel. Makanya di tahun 2017 kita batasi dengan menggunakan aturan SNP, yakni satu sekolah maksimal diberikan menerima sampai 9 rombel,” bebernya.

Dengan batasan tersebut, nantinya pihak kepala sekolah yang kebanjiran siswa, akan mengarahkannya ke SMPN 7 Praya. “Cara seperti ini, kalau saya tidak salah sudah dicoba saat penerimaan siswa baru, tingkat SMA kemarin,” sebutnya.

Cara tersebut, dinilai sukses dan ini akan ia pakai saat penerimaan siswa baru di tingkat sekolah menengah pertama. (cr-ap)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid