Dikpora Gelar Workshop untuk MGMP

WORKSHOP: demi peningkatan mutu pendidikan, MGMP Wilayah Selatang menggelar workshop kepada guru-guru yang ada di wilayah itu (Janwari Irwan/Radar Lombok)

SELONG–Dalam rangka pengembangan karir untuk mata pelajaran matematika dan PKN di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) bagian selatan,  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) menggelar workshop untuk guru-guru SMP di wilayah selatan.

Ketua MGMP wilayah selatan, Ahmad Subandi menjelaskan, kegiatan workshop ini merupakan kegiatan musyawarah pendidikan untuk mata pelajaran matematika dan dan mata pelajaran PKN. Kegiatan ini didanai Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah dan Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Kependidikan.

“ini merupakan angkatan ke sembilan dari penerima BBL dan mendapatkan dana masing-masing setiap mata pelajaran sebanyak 30 juta rupiah,” ungkapnya kemarin (Sabtu (3/12).

Dijelaskannya, setiap mata pelajaran diperbolehkan untuk melakukan kegiatan dua program. Yang mana program pertama merupakan program peningkatan karir guru dan guru pembelajaran. Untuk peningkatan karir guru ini terdiri dari 20 orang dan guru pembelajaran ini sebanyak terdiri dari 30 orang.

“Untuk data-data guru kita dapatkan dari buku P4TK yang sudah divalidasi dari masing-masing MGMP,” ungkapnya.

Dikatakannya, peningkatan guru saat ini masih perlu dilakukan. Karena sesuai dengan data yang dimiliki dikpora lotim, masih banyak guru-guru yang di daerah ini belum memenuhi target sesuai yang diisyaratkan pemerintah pusat.

“Berdasarkan wadah yang dimiliki, pada bulan Mei mengajukan proposal ke Direktorat dan mendapatkan tanggapan dari sana. Alhamdulillah ada beberapa mata pelajaran yang salah satunya mata pelajaran PKN mendapat bantuan untuk memberikan pelatihan kepada guru-guru pembelajar yang masih berada dibawah standar,” jelasnya.

BACA JUGA :  Dikpora Diminta Berbenah

Setelah memberi pelatihan kepada semua guru, maka akan dilaukukan koordinasi kembali dengan P4TK untuk diberikan uji kompetensi dari hasil tatap muka yang dilakukan 60 jam. Setelah itu akan diajukan kepada guru-guru tersebut untuk mengikuti uji kompetensi.

“Karena masih banyak guru pembelajar ini belum mengetahui IT. Maka diharapkan kepada semua guru untuk mempelajari IT. Jadi ketika dilakukan pertemuan mentor dengan guru pembelajar, akan diberikan arahan arahan secara lugas,” ucapnya.

Dengan adanya MGMP ini terutama tentang guru pembelajar, pihaknya harapkan dapat meningkatkan prestasi akademik dan profesionalisme guru di Lotim. Denganbegitu, apa yang menjadi cita-cita dapat diwujudkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dan Olahraga (Dikpora) Lotim, Lalu Suandi mengatakan, komptensi guru disebutnya hanya dalam meningkatkan kualitas dalam mengajar saja. Namun, masih banyak hal yang harus disinkronkan dalam satuan pendidikan.

Ia mencontohkan, kurikulum yang dulunya menggunakan kurikulum 2006 dan sekarang menggunakan kurikulum 2013 yang konon dianggap sebagian guru merepotkan. Ketika guru tidak mau berlajar, maka dunia pendidikan disebutnya akan kian tertinggal. (cr-wan).

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaKota Masuk Nominasi KTSPP
Berita berikutnyaBerdamai dengan Julia Perez