Dikpora Dipastikan Tidak Ada Kebocoran Soal UN

SELONG–Dinas Pemuda dan Olahraga ( Dikpora) Lombok Timur mengklaim jika pelaksanaan Ujian Nasional ( UN) untuk SMP di Lombok Timur ( Lotim) dipastikan pelaksanaanya berjalan bersih dan tidak ada kecurangan. Hingga masuk hari ketiga, Dikpora tidak pernah menemukan adanya kebocoran ataupun jual beli kunci jawab di semua sekolah. Termasuk isu adanya kebocoran soa UN di SMPN 2 Aikmel.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dikpora Lotim, M Zaini mengaku, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan. Untuk lebih jelasnya, pihaknya segera akan mengecek informasi itu dengan menghubungi pihak sekolah " Yang jelas, tiga hari UN  tidak ada kebocoran soal. Kalau di SPMN 2 Aikmel kita tidak tau dan belum kita terima informasi," aku Zaini, Rabu (11/5).

Guna  menekan terjadinya kecurangan. Selama UN berlangsung Dikpora melakukan pengawasan ekstra ketat. Sebelum naskah soal distrubusikan ke sekolah, terlebih dahulu soal itu disimpan di subrayon, yaitu di Polsek yang ada di setiap kecamatan. Dan soal itu sendiri, baru bisa diambil beberapa jam sebelum UN dimulai. Soal itu pun hanya bisa diambil oleh pengawas yang didatangkan dari sekolah lain. Kemudian selama UN berlangsung, pengawas  diharuskan tetap berada diruangan untuk mengontrol dan mengantisifasi terjadinya kecurangan.

Katanya, pelaksaan UN khusus untuk manual sejauh ini tidak ada kendala. Siswa pun diminta untuk tidak terlalu percaya dengan bocoran jika itu ditemukan. Dan para siswa juga diminta untuk percaya dengan kemampaun mereka sendiri. Mereka diminta untuk giat belajar agar mendapat hasil yang memuaskan.

Sementara untuk UNBK di SMPN 1 Selong , diakui di hari ketiga sempat terjadi masalah dikarenakan gangguan jaringan diwilayah NTB.  Namun itu tidak berlangsung lama seperti terjadi disekolah lain. Soalnya pihak sekolah langsung bergerak menyikapi itu. "UNBK-nya ditunda hanya beberapa menit saja. Itu sama sekali tidak menggangu pelaksanaan UNBK," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Aikmel Mahrudin, menepis adanya kebocoran soal di sekolahnya. Sampai hari ketiga, pihaknya tidak pernah menerima laporan dari pengawas adanya siswa melakukan kecuranngan. Dan itu juga kemungkinan sulit bisa terjadi, dikarenakan pengawasan selama UN berlangsung sangat ketat.

"Itu tidak benar, kita tidak pernah temukan dan juga pendistribusian soal dikawal ketat. Jadi tidak mungkin soal bisa bocor. Kalau pun ada beredar, kemungkinan itu palsu," pungkasnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid