Diklat Program Keahlian Ganda IN 1 Resmi Dibuka

PEMBUKAAN: Empat perwakilan peserta diberi ucapan selamat secara simbolis oleh Kepala Pusat P4TK Bisnis dan Pariwisata, Hj. Zuariati Azhari di Aula SMKN 2 Mataram (Nasri/Radar Lombok)

MATARAM—Pendidikan dan Latihan (Diklat) program sertifikasi keahlian dan sertifikasi keahlian ganda bagi guru SMA/SMK IN 1 (Service Learning) telah dibuka di SMKN 2 Mataram. Adapun pelaksanaannya akan dilakukan di SMKN 4 Mataram.

Kegiatan ini dilakukan di seluruh Indonesia untuk mengatasi kekurangan Guru Produktif sebanyak 91.871 di Indonesia. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bisnis dan Pariwisata Hj. Zuariati Azhari.

Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan, untuk wilayah NTB merupakan daerah terakhir yang dikunjungi dalam rangka pembukaan kegiatan tersebut. Namun demikian, dia sangat antusias dalam menyampaikan sambutannya yang sekaligus membuka acara tersebut.

“Program ini untuk mengatasi kekurangan guru produktif kita di SMK,” katanya, di sela-sela pembukaan Rabu (15/3).

Dijelaskannya kegiatan yang akan berlangsung selama 2 bulan ini merupakan program yang disesuaikan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Hal ini juga dalam rangka penguatan sinergi antar pemangku kepentingan untuk merevitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Seperti para menteri kabinet kerja, kepala badan nasional sertifikasi profesi dan para gubernur. 

[postingan number=3 tag=”pendidikan”]

Tujuannya, tentu untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk merevitalisasi SMK guna meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Kemudian untuk menyusun peta kebutuhan tenaga kerja bagi lulusan SMK sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing dengan berpedoman pada peta jalan pengembangan SMK.

Dalam program keahlian ganda ini, seorang guru SMA/SMK bisa memiliki dua sertifikasi. Yaitu, sertifikasi pendidik dan sertifikasi keahlian. Dengan begitu, guru SMA/SMK yang telah memiliki sertifikasi keahlian diharapkan dapat memenuhi kekurangan guru produktif di SMK.

“Tahun ini kita akan mulai program sertifikat ganda kepada 15.000 guru adaptif. Yaitu guru-guru yang saat ini mengajar mata pelajaran matematika, fisika, kimia, biologi, IPS, dan bahasa Inggris,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H. Muh. Suruji mengatakan, pendaftaran untuk program keahlian ganda tersebut sudah dibuka sejak beberapa bulan yang lalu dengan sistem dalam jaringan (daring) atau online. Pendaftarannya dilakukan secara terbuka untuk semua guru SMA maupun SMK yang termasuk guru adaptif.

Namun kenyataannya, saat ini jumlah peserta hanya ratusan tidak sampai ribuan. Hal ini yang membuat pihaknya masih dilema, kalau dilihat dari hajatan disetiap daerah.

Suruji menjelaskan, program keahlian ganda untuk mendapatkan sertifikat keahlian sebagai guru produktif akan berlangsung selama 12 bulan melalui empat tahap dengan tahap ON dan IN. “Untuk tahap ON, peserta belajar mandiri di sekolah asalnya dan diberikan modul dan pendampingan. Sedangkan untuk tahap IN ada di industri dan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK), seperti yang dilakukan saat ini di SMKN 4 Mataram untuk bidang bisnis dan pariwisata,” katanya.

Pada akhir pelatihan, jelasnya, jika lulus ujian, guru yang menjadi peserta program keahlian ganda bisa mendapatkan sertifikat ganda, yaitu sertifikat keahlian dan sertifikat pendidik. Sertifikasi keahlian akan dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Sedangkan sertifikasi pendidik diterima setelah lulus program sertifikasi guru melalui pola Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). 

Di tempat sama, Kepala SMKN 4 Mataram H. Zumri mengatakan, program ini sangat membantu SMK yang ada di seluruh Indonesia. Bagaimana tidak, sudah bertahun-tahun keluhan terkait kurangnya guru produktif, kini sudah akan segera terjawab oleh adanya program ini. Seperti halnya di SMKN 4 Mataram yang dipimpinnya yang fokus pada bidang keahlian pariwisata, semuanya akan semakin berjalan dengan maksimal.

Apalagi saat ini ada lagi kebijakan baru dari dunia SMK yakni Re-Engineering SMK atau penataan SMK. Kebijakan ini juga akan selaras dengan program keahlian ganda ini. Karena akan semakin jelas arah setiap SMK itu, ditambah lagi dengan akan cukupnya guru produktif di NTB.

“Kami bersyukur, kekurangan guru produktif akan segera bertambah,” tutupnya. (cr-rie)