Dikes Lombok Barat Optimalkan Program Kesehatan Mata

(IST/HUMAS LOMBOK BARAT) Foto bersama jajaran Dikes Lombok Barat bersama Asisten III Setda Lombok Barat dan siswa saat operasi katarak gratis di Rumah Sakit Awet Muda (RSAM) Narmada, Sabtu (16/11/2019).

GIRI MENANG–Pemkab Lombok Barat melalui Dinas Kesehatan (Dikes) mengoptimalkan program kesehatan mata untuk masyarakat.

Selain menggelar operasi katarak gratis di Rumah Sakit Awet Muda (RSAM) Narmada, Sabtu (16/11/2019) lalu, Dikes juga melaksanakan berbagai program dalam rangka meningkatkan kesehatan mata masyarakat. Sebelumnya telah dilaksanakan beberapa kegiatan, seperti pelatihan dokter dan perawat puskesmas pada 13 puskesmas; kegiatan skrining dan layanan refraksi mata 63.129 siswa SD/SMP sederajat, dan pemberian kaca mata gratis kepada 335 murid.

Untuk mendekatkan akses masyarakat mendapatkan layanan kesehatan mata dan kaca mata, awal tahun 2019 Dikes juga telah membentuk Vision Center di Puskesmas Gunungsari. Rencananya akan dibentuk tiga Vision Center lagi yaitu di wilayah Sekotong, Lingsar dan Dasan Tapen.

Di Puskesmas Gunungsari, pelaksanaan vision center atau poli mata sebenarnya sudah berjalan melalui program pelayanan masyarakat yang dinamakan ‘progran indera’. Hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Gunungsari, Akmal Rosamali. “Sejak Juli kemarin, untuk kegiatan mata ini kita semakin fokus untuk penanganan masyarakat terutama anak-anak usia sekolah yang berkaitan dengan refraksi (kelainan yang membuat mata tidak dapat melihat dengan jelas, red),” jelasnya.

“Di luar itu kami juga aktif melakukan penjaringan atau skrining mata untuk anak-anak usia sekolah. Saat ini hampir seluruh SD/SMP di wilayah kerja kami sudah sebagian besar kita jangkau,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga menerima rujukan horizontal yang artinya dapat menerima rujukan dari puskesmas lain yang belum mampu melayani pemeriksaan mata. “Hampir setiap hari ada pemesanan kacamata. Harapan kita harus 100 persen anak-anak kita harus terlayani untuk menyukseskan program belajar mereka,” ungkapnya.

Menurutnya, kendala yang sering dihadapi anak-anak adalah masalah jarak pandang. Kebanyakan diakibatkan karena penggunaan gadget berlebihan.

Hingga Oktober 2019, Puskesmas Gunungsari sudah melayani 118 pasien umum, dan 78 siswa sudah menerima kacamata gratis. Dalam operasional, Puskesmas Gunungsari juga bekerjasama dengan FHF untuk kasus mata, gapopin (organisasi optik) untuk penyediaan kacamata, Rumah Sakit Mata, dan BPJS. (*)