Dikes Lobar Tracking Sejumlah Warga yang Kontak Pasien Positif Corona

Dikes Lobar
TELUSURI : Petugas Dikes Lobar melakukan tracking warga yang sudah kontak dengan pasien positif Corona.

GIRI MENANG – Adanya dua orang warga asal Kabupaten Lombok Barat yang sudah positif menderita virus Corona (Covid-19), Kamis malam (9/4), membuat tenaga medis di di dua wilayah, yakni Kecamatan Narmada dan Lingsar menjadi sangat sibuk.

Menurut Kepala Bidang P3KL Dinas Kesehatan Lombok Barat, dr H Ahmad Taufiq Fatoni petugas tenaga medis di dua kecamatan di Lombok Barat tersebut harus melakukan tracking (penelusuran, red) terhadap siapa saja yang pernah kontak langsung dengan dua pasien tersebut.

“Sekarang Dinas Kesehatan dan Puskesmas sedang melakukan kontak tracking di wilayah kerja Puskesmas Narmada dan Puskesmas Sigerongan, terutama keluarga dekat yang serumah. Kita akan melaksanakan Rapid Test terlebih dahulu kepada keluarga terdekat pasien Positif Corona,” terang Dokter Toni sambil menjelaskan kedua pasien ini adalah jamaah tabligh yang baru pulang dari Gowa Sulawesi Selatan.

Sampai dengan Jumat (10/4), menurut rilis Dinas Kesehatan, di Kabupaten Lombok Barat sudah ada 2 orang pasien positif Covid-19. Dua orang tersebut adalah bagian dari 7 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), di mana dua orang telah selesai dalam pengawasan, namun satu orang telah meninggal dunia dua hari yang lalu. Seorang yang meninggal dunia ini telah dibuktikan dengan test Swab ternyata negatif Covid-19.

Terkait dengan dua pasien postif Corona tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Hj Ambaryati menjelaskan bahwa kedua pasisen Positif Corona kluster Gowa tersebut kondisinya sehat-sehat saja, tapi harus tetap diisoloasi. Dalam 2 atau 3 hari nanti akan ditest Swab lagi yang kedua kalinya. Kalau hasilnya negatif, maka mereka boleh pulang. Tapi kalau hasilnya positif, masih harus diisolasi lagi dan menjalani pengobatan.

“Pokoknya sampai hasil negatif baru boleh pulang,” terang Ambaryati sambil memastikan seluruh keluarga yang kontak dengan dua pasien itu telah dilakukan Rapid Test, Jumat (10/4).

Selain dua orang positif Coorna tersebut,  Dinas Kesehatan menyebut terdapat 543 Orang Dalam Pemantauan (ODP), namun sebanyak 370 di antaranya telah selesai dalam pemantauan. Menurut data ODP tersebut, dari 10 kecamatan di Lombok Barat dan terbanyak ODP adalah Kecamatan Sekotong dengan 99 ODP, Kecamatan Labuapi 88 ODP, Kecamatan Gunungsari 72 ODP, Kecamatan Lingsar 69 ODP, Kecamatan Narmada 59 ODP, Kecamatan Kediri 45 ODP, Kecamatan Batulayar 33 ODP, Kecamatan Lembar 33 ODP, Kecamatan Gerung 30 ODP, dan Kecamatan Kuripan 14 ODP.

Selain menghimpun data PDP dan ODP, Dinas Kesehatan Lombok Barat juga menyebutkan sebanyak 1.724 Orang Tanpa Gejala (OTG) ikut dalam pemantauan. Mereka ini adalah orang-orang yang memiliki riwayat perjalanan ke daerah terpapar Covid-19, namun tidak memperlihatkan gejala-gejala umumnya orang yang mengidap Corona, seperti memiliki suhu tubuh di atas 38,5 derajat celsius. Dari sebanyak itu, 412 orang tanpa gejala (OTG) ini telah bebas dari pemantauan.

Melihat angka-angka yang cenderung meningkat tersebut, Bupati Lombok Barat usai keliling masjid menyampaikan anjurannya untuk desa-desa yang memiliki karakter wilayah tertentu, bisa melakukan pembatasan sosial kewilayahan dengan lebih ketat.

“Mereka bisa berinisiatif memulai pembatasan jam atau waktu untuk aktivitas warganya. Bisa jadi pasar juga dibatasi jam praktik jual belinya, atau para pedagang kaki lima di jalan-jalan,” ujar Fauzan. (ami)