Dikenal Sebagai Orang Tua dan Pejabat Penuh Dedikasi

ZIARAH: Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar didampingi anak almarhum Trisna Hadi menaburkan bunga kepada makam HM Siradip Arty, pejuang Lombok Utara (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

Banyak cara masyarakat untuk memperingati hari pahlwan yang jatuh pada hari ini. Seperti yang dilakukan Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar bersama jajarannya. Dia berziarah ke makam salah satu tokoh pencetus pendirian kabupaten Lombok Utara bernama HM Siradip Arty BA, di makam Telaga Maluku Desa Rempek Kecamatan Gangga.

 

 


HERY MAHARDIKA-TANJUNG


 

BUPATI Lombok Utara, H Najmul Akhyar mengajak seluruh jajarannya berziarah ke makam HM Siradip Arty BA, kemarin (9/11). Almahum dikenal sebagai sebagai salah satu pencetus ide berdirinya Kabupaten Lombok Utara. Almarhum mendirikan sebuah forum bernama Ikatan Keluarga Lombok Utara (Kagalu) pada tahun 1986 silam. Sehingga akhirnya KLU terbentuk pada tahun 2008 silam.

Iring-iringan mobil rombongan ini dikawal Satpol PP dan kepolisian yang berangkat dari kantor bupati menuju makam dengan jarak tempuh kurang lebih 30 menit. Di sana, keluarga almarhum telah menyambut rombongan bupati dengan senyum haru. Karena ziarah itu diniatkan untuk mengenang almarhum yang telah memperjuangkan terbentuknya KLU.

“HM Siradip Arty BA, sebagai orang tua kita. Semoga semua amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. Dan merasa bahagia di akhirat kelak atas perjuangan yang dilakukan almarhum terhadap masyarakat Lombok Utara,” ujar Najmul di hadapan jajarannya.

Kedatangan ini, katanya, untuk mengingat perjuangan almarhum pada hari pahlawan nasional. Almarhum diketahui sebagai salah satu tokoh Lombok Utara, yang banyak memberikan sumbangsih dalam pemekaran dan pembangunan daerah itu. “Bagian orang-orang yang berjuang dan berjasa bagi warga Lombok Utara. Termasuk juga almarhum Ridwan, Lalu M GR, dan lainnya,” tandasnya. 

Najmul mengenang, almarhum merupakan orang tua yang banyak memberikan pelajaran. Saat almarhum menjadi ketua DPRD Lombok Barat, ia dewan paling senior. Ia mengingat, komite pemekeran berada pada komisi A dengan melibatkan dewan-dewan yang berasal dari Lombok Utara. Sehingga ketika keterlibatan rekan-rekan dewan pemekaran Lombok Utara semakin mudah dan mulus. “Almarhum, orang yang patut dicontoh dalam melaksanakan amanahnya sebagai ketua Kagalu, Ketua DPRD Lombok Barat, dan beberapa kepala dinas yang telah diduduki. Banyak meninggalkan sejarah, bahkan almarhum termasuk pelopor pendidikan yang sekolah ke Mataram dan Jawa dengan menggunakan truk menyeberang meninggalkan keluarganya,” kenangnya.

Anak almarhum, Trisna Hadi mengucapkan terima kasih masih mengenang perjuangan ayahanda tercintanya. Almarhum salah satu orang tua pertama yang mencetuskan ide adanya rencana pemekaran Lombok Utara, dengan membentuk Kagalu tahun 1986. Awal pembentukan forum itu sebagai sarana pertemuan warga Lombok Barat yang berasal dari Dayen Gunung dan almarhum langsung ditunjuk menjadi ketuanya.

Pertemuan demi pertemuan, akhirnya dalam diskusi muncul ide-ide rencana pemekaran Dayen Gunung harus bisa menjadi kabupaten tersendiri. Kemudian, ide ditindaklanjuti dengan terbentuknya komite pembentukan Lombok Utara tahun 1997. Pada pengusulan rencana itu, kabupaten induk tidak mendukung dengan alasan belum waktunya pemekaran.

Seiring perjalanan waktu, almarhum kemudian berhasil mendudki jabatan sebagai Ketua DPRD Lombok Barat periode 1998-2002. Ketika baru duduk menjadi anggota dewan 2,5 tahun dengan usia 59 tahun almarhum meninggal dunia.

Dengan usia almarhum yang cukup tua itu, masih banyak meninggalkan sisa-sisa perjuangan terutama pemekaran Lombok Utara. Akhirnya pada tahun itupun komite pembentukan Lombok Utara bubar. Baru selanjutnya rencana pemekaran ditindaklanjuti Bupati Lombok Barat, Iskandar setelah almarhum tiada. Iskandar menunjuk Sekda Lombok Barat Kusnandar Ningrat menjadi Ketua Komite.

Namun, komite itu yang dibentuk pemda tidak berjalan. Akhir tokoh-tokoh warga Dayen Gunung muncul gairah mengambil alih kepengurusan komite dengan menghadap ke bupati. “Atas rencana itu, Bupati menyepakati perombakan komite tersebut yang diambil alih Ketua Komite Djohan Syamsu (mantan bupati) dan Wakil Ketua H Najmul Akhyar (bupati sekarang). Barulah berjalan pemekaran kabupaten Lombok Utara,” tutur anak bungsu yang saat ini menjadi Camat Kayangan.

Almarhum menikah dengan Hj Juliati, memiliki enam putra-putri terdiri dari Trisna Hadi, Indra Agus Pajri, jihan Maya Apriyani, Wira Hadi Kusuma, Jusni Arisadi, dan Rahmayulita. Semenjak alhmarhum masih hidup, banyak pelajaran yang diberikan kepada keluarganya. Almarhum mampu memberikan motivasi untuk meraih cita-cita setinggi langit. Bahkan, almarhum sebelum menjadi Anggota DPRD, pernah menjadi Camat Gangga pada tahun 1980 selama 7 tahun, Kepala Dispenda Lombok Barat selama 7 tahun, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat selama 2,5 tahun. “Dan ayahanda pensiun, baru selanjutnya melanjutkan menjadi perwakilan warga Dayen Gunung duduk menjadi anggota DPRD. Kami keluarga sangat banyak mengambil pelajaran terutama disiplin, tegas, dan penyayang,” kenangnya. (flo)