Dikbud Urunan Tata Taman Masjid Terapung

Dikbud Urunan Tata Taman Masjid Terapung
TAMAN : Terlihat ASN beberapa dinas yang tengah menanam dan menata bunga di Taman Masjid Terapung Amahami Kota Bima. (ATINA/RADAR TAMBORA)

KOTA BIMA – Dikbud Kota Bima mengumpulkan uang Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per sekolah untuk ikut berpartisipasi menata taman Masjid Terapung Amahami. Uang yang terkumpul akan digunakan untuk membeli bunga, sebagai bentuk sumbangan. Namun hal itu disoroti oleh DPRD dan menilai hal tersebut sebagai bentuk pungutan liar.

Hal ini diakui Kadis Dikbud Kota Bima, Alwi Yasin MAP. Namun ia membantah jika kumpul-kumpul uang tersebut sebagai bentuk pungli. Karena menurutnya hal tersebut hanya sebagai sumbangan. “Ada rapat tanggal 2 Januari dan kami telah menyepakatinya. Itu pun tidak semua sekolah yang menyumbang, karena dinas tidak menagih sama sekali. Ini bentuknya kerelaan, sumbangan,” tegasnya.

Selain itu kata Alwi, tidak hanya Dikbud Kota Bima yang menyumbang dalam penataan taman masjid terapung Amahami. Tapi juga dinas lain, seperti DLH yang bertugas menyirami tanaman, Kesra yang menyumbangkan rumput dan PU yang bertugas meratakan dan mengeraskan tanah di sekitar masjid sebagai lahan taman.

Saat ditemui di lokasi taman masjid terapung, Alwi menunjukkan beberapa bunga yang dibeli dari sumbangan sekolah. Yakni bunga kecil-kecil yang ditanam berurutan disepanjang pintu masuk masjid. Sedangkan bunga-bunga yang besar, disumbang oleh Dikbud Kota Bima sendiri. “Hanya yang kecil-kecil saja yang dibeli dari sekolah, sedangkan yang besar ini, Dikbud sendiri yang beli,” tunjuk Alwi.

Sementara itu, Nazamudin anggota DPRD Kota Bima menilai praktek yang dilakukan Kadis Dikbud Kota Bima sebagai bentuk pungutan liar (pungli). “Yang kita khawatirkan, sekolah akan mengambil uang dari mana untuk memenuhi permintaan dinas. Kalau bukan dari pos yang diperuntukkan untuk siswa,” cetusnya.

Nazamudin sudah berkoordinasi dengan komisi I, untuk memanggil Kadis Dikbud Kota Bima. Atas sikap beraninya mengerjakan sesuatu yang bukan pada tupoksinya. “Dikbud itu mengurusi pendidikan, kenapa harus urus taman dan proyek,” tegasnya.

Terkait hal tersebut, Alwi mengaku siap memenuhi panggilan dewan dan menjelaskan tujuannya. “Ini hanya bentuk sumbangan, inisiatif sendiri untuk membangun daerah. Saya siap jelaskan ke dewan,” jawabnya sambil tersenyum. (tin)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid