Gubernur: New Normal Bisa Diterapkan di Sekolah

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, Kamis (18/6). (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, Kamis (18/6). (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah menyatakan pemberlakukan New Normal di sekolah di NTB bisa diterapkan di beberapa wilayah yang masuk zona hijau.

‘Pemberlakukan New Normal di sekolah bisa diterapkan,” kata Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah saat melaksanakan Halal Bihalal di Kantor Dikbud NTB, Kamis (18/6).

Menurut Gubernur, dengan kondisi ini jangan terlalu takut berlebihan, namun pada saat yang sama jangan terlalu dimudahkan tentunya dengan mematuhi protokol Covid-19.

‘New Normal di sekolah bisa terapkan,” kata Gubernur Zul.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Provinsi NTB H Aidy Furqan menerangkan terkait dengan menyambut New Normal di sekolah terdapat dua opsi, diantaranya belajar dari rumah (BDR) kemudian sekolah sistem shift (bergantian).

“Kalau detailnya sedang kami siapkan Standar Operasional Prosedur (SOP),” jelasnya.

Aidy menjelaskan, kedua opsi ini disiapkan mengingat pemberlakukan New Normal bukan untuk semua daerah. Pemberlakukan New Normal di sekolah hanya berlaku kepada daerah yang dinyatakan masuk kategori zona hijau dari kasus Covid-19. Sedangkan daerah yang masih berada di zona kuning atau merah, tidak diperkenankan memberlakukan New Normal sekolah.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sendiri menyebut daerah Provinsi NTB masuk zona merah. Itu artinya, NTB belum bisa menerapkan New Normal. NTB belum bisa membuka aktivitas belajar mengajar di sekolah secara tatap muka. Walaupun Mendikbud Nadiem  Makarim mengatakan NTB berada dalam zona merah dan tidak boleh menerapkan konsep New Normal.

“Kita tetap menyiapkan dua opsi, yakni boleh masuk dengan sistem shift dan dengan sistem BDR,” kata Aidy.

Aidy mengaku, kedua opsi ini akan mulai berlaku pada 13 Juli mendatang, tepatnya untuk menghadapi tahun ajaran baru 2020/2021. Kedua opsi tersebut bisa saja dilaksanakan dengan melihat perkembangan keadaan kedepan.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah H Sumum mengaku masih menunggu keputusan Tim Gugus Tugas Covid-19. Sebab, persoalan penerapan New Normal sangat bergantung pada kebijakan tim Covid-19.

“Posisi kita melaksanakan sesuai hasil evaluasi Tim Gugus Tugas Covid-19. Yang jelas kita sudah mempersiapkan opsi jika diberlakukan New Normal,” ujar Sumum.

Sumum berharap kondisi daerah yang masih berada dalam zona merah ini segera berlalu. Sehingga aktivitas belajar mengajar di sekolah kembali normal seperti sedia kala. Untuk sekarang ini, pihaknya masih murni menerapkan proses belajar mengajar dari rumah. Apalagi, kondisnya masih sedang dalam libur sekolah untuk memasuki masa tahun ajaran baru. ‘’Walaupun nanti kita buka tetap tahun ajaran baru pada Juli nanti, belum tentu kita laukan tatap muka. Semua itu tergantung kondisi pada Juli mendatang,’’ katanya.

Andai nantinya kondisi lebih baik dari sekarang, maka aktivitas belajar mengajar bisa secara tatap muka. Tapi tidak full masuk, artinya akan menggunakan shif-shifan. Kelas 7 akan masuk selama dua hari Senin dan Kamis. Kemudian kelas 8 masuk hari Selasa dan Jumat,  dan kelas 9 masuknya hari Rabu dan Sabtu.  Kemudian jam belajar dikurangi sehingga peserta didik tidak ada keluar main. ‘’Inilah pola-pola yang kita siapkan untuk mengantisipasi jika kita masuk,’’ tandasnya (Adi)