Dikbud NTB Larang Siswa Rayakan Valentine Day

Dikbud NTB Larang Siswa Rayakan Valentine Day
LARANGAN :Sejumlah siswa SMK di Kota Mataram saat jam pulang sekolah, Selasa (11/2).( ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB mengeluarkan larangan bagi siswa SMA dan SMK merayakan Valentine Day yang selama ini biasa dijadikan hari kasih sayang oleh generasi muda mengikuti budaya barat (luar negeri). Terkait larangan siswa merayakan Valentine Day, Dikbud NTB telah meminta seluruh kepala SMA dan SMK di NTB untuk mengawasi siswa mereka, termasuk seluruh KCD kabupaten/kota.

“Kita minta kepsek dan guru untuk mengingatkan siswa memreka untuk tidak merayakan Valentine Day yang mengarah kepada perilaku negatif,” kata Plt Kepala Dinas Dikbud Provinsi NTB H Aidy Furqan, Selasa (11/2).

Menurutnya, Valentine Day itu jangan dijadikan sebagai hari yang luar biasa, namun aktivitas Valentine itu harus diterjemahkan lebih positif. Seperti di Lombok Tengah (Loteng) misalnya, ada hari Rahman Rahim, tetapi desain yang dilaksanakan itu bentuk pengajian, kegiatan silaturrahmi.

Oleh sebab itu, jangan sampai perayaan valentine day itu disalah maknai oleh siswa. Sebab konsep valentine itu disetujui, namun dilaksanakan dengan cara positif.

“Kita menghimbau kepada semua KCD dan kepsek, guru supaya menginggatkan siswa tidak merayakan valentine itu dan tetap seperti hari-hari biasa membangun kerja sama, simpati dan empati kepada teman-teman di sekolah,” katanya.

Kepala SMAN 8 Mataram Hj Suprapti mengaku hari valentine ini adalah istilah yang dibawa orang-orang barat. Biasanya, jika sudah menyangkut budaya barat dianggap keren oleh peserta didik dan ini perlu diluruskan.

“Pada intinya kita ini mempunyai budaya sendiri dan jika di pahami tentang budaya ketimuran yang sopan santun serta berbagi dalam hal kebaikan justeru lebih bermanfaat,” katanya.

Terpisah Kepala SMAN 2 Mataram H Ismail menjelaskan valentine ini dibesar-besarkan oleh orang barat.  Pada dasarnya kasih-sayang itu berlaku sepanjang hayat. Ini kan anak-anak remaja sebenarnya hanya ikut-ikutan, tanpa tau sejarahnya apa, kenapa ada perayaan itu.

“Kita akan berikan pemahaman kepada siswa apa itu valentine. Insyaallah kita akan berikan pemahaman supaya tidak kebablasan memahmi valentine tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan NTB H Rumindah ,mengatakan semua hari itu baik. Namun hari itu akan menjadi jelek jika disalah gunakan, terlebih kepada siswa.

“Pada intinya semua hari itu bagus tergantung bagaimana kita menjalankannya. Namun khusus untuk peserta didik agar jangan merayakan hari tersebut. Lebih baik manfaatkan hari tersebut dengan perbanyak silaturrahmi antara sesame siswa,” harapnya. (adi)