Dikbud NTB Kembangkan Program GSMS

Ilustrasi
Ilustrasi

MATARAM — Provinsi NTB mendapat jatah sebanyak 80 sekolah mengembangkan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Program ini diperuntukan di 10 kabupaten/kota di NTB.

“Program Ini dilakukan untuk menumbuhkan bakat dan minat siswa pada dunia seni. Program ini juga merupakan program dari pusat dalam rangka menumbu hkembangkan karakter dan minat bakat siswa,” kata Kabid Pembinaan Kebudyaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Nasip, Selasa (24/10).

Dari 34 provinsi se Indonesia, jelasnya, pada 2016 lalu ada sebanyak 8 provinsi mendapat jatah program tersebut. Kemudian pada tahun 2017 ini, ada sebanyak 26 provinsi mendapat jatah, salah satunya yakni NTB.

Katanya, 80 sekolah yang mendapat jatah program ini mulai dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK. “Kita libatkan 80 sekolah dan ini pertama kali kita dapat,” sebutnya.

Kaitannya dengan jenis seni yang akan ditekuni pada kegiatan GSMS tersebut diantaranya seperti seni pertunjukan yang terdiri dari musik, tari dan teater. Kemudian seni rupa yang terdiri dari menggambar, mengukir, kaligrafi dan sejenisnya. Terakhir seni media baru, dimana pada seni terdapat seperti seni perfilman, sinetron yang memanfaatkan teknologi.

Pada kegiatan yang sudah dijalankan sejak September 2017 lalu ini akan berlangsung selama empat bulanan. Dimana kegiatannya dibagi menjadi tiga bagian, diantaranya melakukan latihan selama 23 kali pertemuan.

“Tiga kali untuk persiapan pementasan dan satu kali untuk pementasannya dengan jeda dan jadwal acara yang sudah ditentukan,” ucapnya.

Terpisah, Kepala SDN 7 Mataram, Hj. Baiq Zohri Uyuni mengatakan, sekolah yang dipimpinnya mendapat jatah kegiatan GSMS tersebut. Di Kota Mataram disebutnya terdapat 3 sekolah yang dilibatkan dengan jenis seni yang berbeda-beda.

Adapun kaitannya dengan manfaat yang didapatkan anak didik dan pihaknya, selama dua bulan ini melangsungkan latihan. Anak didiknya sudah mulai menikmati kegiatan rutinitas tersebut. (cr-rie)