Dikbud NTB Kembali Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah

PENILAIAN : Sejumlah kepala sekolah saat menyampaikan presentasi di hadapan tim penilai dalam pelaksanaan evaluasi kinerja, Senin (29/11). (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB kembali melaksanakan evaluasi kinerja (Evakin) kepala sekolah jenjang SMA, SMK dan SLB. Untuk pelaksanaan Evakin kepala sekolah yang bertugas di Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara dipusatkan di SMAN 5 Mataram, Senin (29/11).

Dalam Evakin itu, dinilai langsung oleh Kadis Dikbud NTB H Aidy Furqan, Kabid SMA Dikbud NTB Lalu Muhammad Hidlir, Kabid SMK Dikbud NTB M Khairul Ihwan, Kabid Guru Tenaga dan Kependidikan (GTK) Dikbud NTB, Jaka Wahyana serta Kepala KCD Dikbud NTB, Mataram-Lobar Lalu Basuki Rahman.

“Evakin kali ini mengundang 31 orang peserta dari kepala SMA, SMK dan SLB di wilayah Malomba. Kepala sekolah yang mengikuti Evakin sebelumnya tidak dirotasi atau mutasi,” kata Kabid GTK Jaka Wahyana.

Dikatakan, pelaksanaan Evakin sesuai amanah Permendikbud Nomor 6 tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Dalam Evakin ini, kepala sekolah dievaluasi dalam hal kompetensi manajerial, kompetensi supervisi, kompetensi kewirausahaan, dan kompetensi pengembangan diri berkelanjutan.

BACA JUGA :  SDN 7 Mataram Buat Aturan Tatacara Penjemputan Anak

“Nilai hasil Evakin ini akan dikeluarkan pada pertengahan Desember 2021 mendatang,” terangnya.

Menurut Jaka, hasil pelaksanaan Evakin ini bisa saja menjadi kepala sekolah menjadi guru biasa atau dirotasi ke sekolah lain. Namun semuanya tergantung dari nilai hasil pelaksanaan Evakin masing – masing kepala sekolah.

Sementara itu, tim penilai lainnya, Kabid SMA Dikbud NTB Lalu Muhammad Hidlir mengatakan semua kepsek peserta Evakin sudah menyampaikan presentasi di hadapan semua tim penilai.

 “Semuanya sudah presentasi terkait apa yang telah dilakukan kemudian kedepan seperti apa dilakukan. Semuanya bagus presentasi yang dilakukan,” ujarnya.

 Kendati demikian, menurut Hidlir, pihaknya sudah mempunyai catatan-catatan setiap kepala sekolah yang memberikan presentasi, hanya saja hasilnya dirahasiakan.

 Kepala SMAN 1 Lingsar Muhammad Turmuji mengatakan pihaknya mempresentasikan apa yang dilakukan sehari-hari selama menjadi kepala sekolah. Pada intinya, apa yang telah lakukan di sekolah itu yang dijelaskan di hadapan tim penilai. Termasuk bagaimana memajukan sekolah. Namun keterangan dari semua kepala sekolah juga bisa belajar untuk sharing informasi dengan sekolah lain.

BACA JUGA :  Vaksinasi Murid SD Dihentikan Sementara

“Kegiatan Evakin ini sebagai pembelajaran, tolak ukur seberapa jauh kita melaksanakan program di sekolah, termasuk mengambil konsep sekolah lain dan inilah yang menjadi pembelajaran,” jelasnya.

Menurutnya, program Zero Waste yang didengungkan oleh Pemerintah Provinsi NTB justeru memberikan manfaat untuk SMAN 1 Lingsar. Terbukti ada nilai kesejahteraan untuk siswa.

“Alhamdulillah, program Zero Waste itu sangat berdampak di SMAN 1 LingsarSsiswa yang tidak bisa membayar BPP hanya membawa sampah ke sekolah lalu kita beli,” jelasnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2020 tercatat sebanyak 17 kepsek diturunkan posisinya sebagai guru biasa. Sementara guru biasa mendapatkan promosi menjadi kepsek sebanyak 33 orang. Kemudian kepsek yang dirotasi sekitar 62 orang, serta menjadi pengawas KCD ada 5 orang.

“Kepsek yang digeser menjadi guru biasa itu hasil Evakin dan temuan-temuan dari Inspektorat, karena ada rekomendasi langsung. Total kepsek yang menjadi guru biasa kurang lebih 17 orang,” pungkasnya. (adi)